Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Intake Penepat Jadi Andalan Pontianak Hadapi Kemarau, Sayang Kapasitasnya Masih Terbatas

Uray Ronald • Kamis, 16 Juli 2026 | 00:23 WIB
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. (Prokopim)
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono. (Prokopim)

 

PONTIANAK POST– Intake Penepat disiapkan menjadi sumber air baku cadangan untuk menjaga pasokan air bersih di Kota Pontianak apabila musim kemarau panjang memicu intrusi air laut ke Sungai Kapuas. Fasilitas tersebut akan dioperasikan ketika kadar garam di sungai utama sumber air baku PDAM Tirta Khatulistiwa meningkat akibat turunnya debit air selama musim kemarau.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari antisipasi Pemerintah Kota Pontianak menghadapi prakiraan musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode tersebut menjadi puncak musim kemarau dengan curah hujan yang rendah.

Baca Juga: Warga Pontianak Diimbau Hemat Air, Kemarau Panjang Ancam Pasokan Air Baku PDAM

Intake Penepat Menjadi Cadangan Saat Intrusi Air Laut Terjadi

Edi menjelaskan Sungai Kapuas merupakan sumber utama air baku bagi PDAM Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak. Apabila kemarau berlangsung lebih dari tiga minggu tanpa hujan, debit sungai berpotensi menurun sehingga air laut lebih mudah masuk ke sungai saat pasang.

Kondisi itu dapat meningkatkan kadar garam pada air baku. Jika melewati ambang batas, kualitas air yang diproduksi untuk masyarakat dapat terganggu.

"Air dari Penepat akan dicampurkan dengan air Sungai Kapuas agar kadar garamnya tidak terlalu tinggi. Langkah ini memang disiapkan khusus apabila terjadi kemarau panjang," kata Edi, Rabu (15/7/2026).

Baca Juga: Kalbar Mulai Memasuki Musim Kemarau, El Nino Tingkatkan Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan

Operasional Intake Penepat Memerlukan Biaya Besar

Menurut Edi, penyediaan air baku merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Balai Wilayah Sungai Kalimantan I. Saat ini, Intake Penepat telah tersedia di lahan milik PDAM seluas sekitar sembilan hektare sebagai sumber cadangan air tawar.

Namun, pemanfaatannya membutuhkan biaya operasional yang cukup besar. Air harus dipompa menggunakan lima pompa sejauh kurang lebih 21 kilometer menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) Imam Bonjol.

Kapasitas Intake Penepat mencapai sekitar 500 liter per detik. Angka tersebut masih berada di bawah kebutuhan produksi air bersih Kota Pontianak.

"Produksi air bersih kita mencapai sekitar 1.250 liter per detik untuk melayani sekitar 90,6 persen masyarakat Kota Pontianak. Karena itu, kami terus meminta perhatian pemerintah pusat agar kebutuhan air baku Kota Pontianak dapat dipenuhi," ujarnya.

Komitmen penguatan pasokan air baku juga ditunjukkan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I melalui penyempurnaan Intake dan Rumah Pompa Air Baku Penepat pada 2026.

Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan keandalan infrastruktur air baku di Kalimantan Barat, termasuk mendukung ketersediaan pasokan air bersih saat musim kemarau dan ancaman intrusi air laut meningkat.

BMKG Prediksi Kemarau Lebih Panjang

Edi mengatakan pemerintah mulai meningkatkan kewaspadaan karena curah hujan dalam beberapa hari terakhir terus menurun.

Berdasarkan pemutakhiran Prediksi Musim Kemarau 2026, BMKG memperkirakan sebagian wilayah Indonesia mengalami musim kemarau yang lebih kering dan berpotensi berlangsung lebih lama.

Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga September sehingga risiko penurunan debit sungai dan intrusi air laut meningkat.

Baca Juga: BMKG: Kemarau Panjang Ancam Lebih dari 80 Persen Wilayah Indonesia, Petani Diminta Segera Beradaptasi

Warga Diminta Menghemat Air Bersih

Seiring meningkatnya risiko gangguan pasokan air baku, Edi mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak. Warga yang memiliki bak penampungan juga diminta menyiapkan cadangan air untuk kebutuhan rumah tangga.

"Beberapa hari terakhir curah hujan sudah sangat rendah. Kami mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air bersih. Bagi yang memiliki bak penampungan air, sebaiknya dimanfaatkan sebagai cadangan untuk menghadapi musim kemarau," ujarnya.

Fokus penghematan air dinilai penting agar pelayanan air bersih tetap berjalan optimal apabila kemarau berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Pemkot Antisipasi Dampak Kemarau dan Karhutla

Selain menjaga pasokan air bersih, Pemerintah Kota Pontianak juga mengingatkan masyarakat menjaga kesehatan saat suhu udara meningkat.

Warga yang memiliki riwayat ISPA dan asma diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker apabila terjadi kabut asap.

Pemkot Pontianak juga telah membentuk tim untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah Pontianak Utara, Pontianak Selatan, dan Pontianak Tenggara.

"Mudah-mudahan musim kemarau tahun ini tidak berlangsung terlalu lama sehingga pelayanan air bersih tetap berjalan optimal dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa kendala berarti," pungkas Edi.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : prokopim pontianak
musim kemarau Pontianak intrusi air laut Intake Penepat air baku Pontianak PDAM Tirta Khatulistiwa