PONTIANAK POST– Festival Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa resmi dibuka oleh Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Halaman Parkir Kolam Renang Ampera, Rabu (15/7). Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 15 hingga 19 Juli 2026, menjadi ajang promosi sekaligus pelestarian kekayaan flora dan fauna lokal Kalimantan Barat.
Festival perdana ini menampilkan beragam kontes dan pameran, mulai dari flora, fauna, tanaman hias, buah-buahan, hingga reptil. Pada hari-hari berikutnya, panitia juga akan menggelar kontes buah durian yang menjadi salah satu agenda utama. Selain pameran, kegiatan turut dirangkai dengan penanaman pohon dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 serta pelelangan sejumlah tanaman buah.
Ketua Panitia Festival Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa, Misriwanto, mengatakan penyelenggaraan festival bertujuan memperkenalkan sekaligus melestarikan berbagai produk unggulan lokal Kalimantan Barat agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.
Baca Juga: Pameran Flora dan Fauna Pontianak Jadi Etalase Buah Khas Kalbar, Edi: Dongkrak Ekonomi Lokal
Menurutnya, potensi flora dan fauna daerah perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar keberadaannya terus terjaga.
"Festival ini kami selenggarakan agar berbagai produk unggulan daerah yang ditampilkan melalui pameran dan kontes dapat terus dilestarikan. Harapan kami, pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait dapat memberikan dukungan sehingga anak cucu kita tetap mengenal kekayaan lokal Kalimantan Barat," ujarnya.
Ia menjelaskan, pada hari pertama kegiatan difokuskan pada kontes dan pameran flora serta fauna. Selanjutnya akan dilaksanakan kontes buah durian yang diharapkan mampu menarik minat masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi buah lokal Kalimantan Barat.
Misriwanto berharap Festival Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa dapat menjadi agenda tahunan yang masuk dalam kalender kegiatan pariwisata Kota Pontianak.
"Kegiatan ini bukan hanya sebatas kontes, tetapi juga memiliki nilai edukasi, pelestarian, dan pariwisata. Kami berharap masyarakat semakin mengetahui potensi yang harus dikembangkan. Selain reptil, kami juga menampilkan tanaman hias, tanaman buah, serta berbagai jenis flora lainnya," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyambut baik penyelenggaraan festival tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Pontianak dalam mewujudkan kota yang hijau, bersih, dan ramah lingkungan.
Edi menginginkan Festival Flora dan Fauna Bumi Khatulistiwa menjadi identitas sekaligus ikon khas Kota Pontianak di masa mendatang.
"Festival ini harus terus dikembangkan dan dijadikan agenda tahunan. Saya ingin flora dan fauna menjadi salah satu ikon khas Kota Pontianak," ujarnya.
Ia mengaku memiliki hobi menanam pohon dan meyakini gerakan penghijauan akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi.
"Saya memang paling hobi menanam pohon. Kalau kita terus menanam, kita akan semakin kaya dengan tanaman hias, tanaman hijau maupun tanaman buah. Mari kita galakkan kecintaan terhadap flora dan fauna demi kelestarian alam. Kita ingin Kota Pontianak menjadi kota yang hijau, bersih, dan ramah lingkungan," katanya.
Baca Juga: Malam Budaya “Suluh Bangsa” Kenang Pemikiran Buya Syafii Maarif, Pameran Diikuti 18 Perupa di Bantul
Dalam kesempatan yang sama, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto mengatakan penanaman pohon yang dilaksanakan di kawasan festival merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Ia menjelaskan, sejak awal peringatan Hari Bhayangkara, Polresta Pontianak telah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengganti karangan bunga ucapan dengan bibit tanaman yang memiliki manfaat jangka panjang.
"Dari awal kami sudah menginformasikan kepada seluruh stakeholder agar karangan bunga diganti dengan bibit tanaman, baik tanaman hias, tanaman penghijauan maupun tanaman buah," ujarnya.
Bibit-bibit tersebut kemudian ditanam secara serentak di dua lokasi, salah satunya di kawasan Kolam Renang Ampera yang menjadi lokasi penyelenggaraan festival.
"Hari ini kami melaksanakan penanaman secara serentak di dua lokasi. Salah satunya di area Kolam Renang Ampera. Sekitar 500 bibit tanaman akan kami tanam. Bibit-bibit tersebut merupakan dukungan dan partisipasi masyarakat kepada Polresta Pontianak dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80," pungkasnya. (wan)
Editor : Miftahul Khair