PONTIANAK-- Di tengah pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Wakaf Indonesia (BWI) Tahun 2026 yang diikuti jajaran BWI Provinsi serta BWI Kabupaten/Kota se-Indonesia secara daring, Provinsi Kalimantan Barat menerima kabar membanggakan. Kalimantan Barat berhasil meraih peringkat ke-4 Indeks Wakaf Nasional (IWN) Tahun 2026, sebuah pencapaian yang menegaskan semakin baiknya tata kelola perwakafan di daerah.
Dalam pengumuman BWI, capaian lima besar Indeks Wakaf Nasional Tahun 2026 Peringkat I Jateng (skor 0,588), Perignkat II Riau (skor 0,549), Peringkat III Sumbar (skor 0,512), Peringkat IV Kalbar (skor 0,497), dan Peringkat V Aceh (skor 0,476)
Pengumuman tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Rakernas BWI yang membahas arah kebijakan dan penguatan pengelolaan wakaf nasional. Capaian Kalimantan Barat dinilai sebagai hasil sinergi berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan wakaf yang lebih produktif, profesional, dan berdampak bagi masyarakat.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas prestasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan Kalimantan Barat menembus empat besar nasional merupakan buah dari kolaborasi yang kuat antara Kanwil Kementerian Agama, Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kalbar, pemerintah daerah, Kantor ATR/BPN, para nazir, lembaga pengelola wakaf, serta dukungan masyarakat.
"Alhamdulillah, capaian ini merupakan amanah sekaligus motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola wakaf. Wakaf tidak hanya menjadi instrumen ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi umat," ujar Muhajirin Yanis.
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai program pembenahan tata kelola wakaf yang terus dilakukan di Kalimantan Barat. Di antaranya percepatan sertifikasi tanah wakaf, digitalisasi layanan perwakafan melalui E-AIW, peningkatan kompetensi nazir, pengembangan wakaf produktif, hingga penguatan Gerakan Wakaf Uang.
Menurut Muhajirin, Indeks Wakaf Nasional bukan sekadar ukuran administratif, tetapi menjadi indikator keberhasilan daerah dalam membangun ekosistem wakaf yang sehat, transparan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi maupun sosial bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Kalimantan Barat, Brigjen Pol. (Purn.) Drs. H. Andi Musa, S.H., M.H., mengatakan prestasi ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan yang selama ini konsisten membangun ekosistem wakaf di Kalimantan Barat.
"Peringkat keempat Indeks Wakaf Nasional ini merupakan kebanggaan bagi Kalimantan Barat, namun sekaligus menjadi tantangan untuk terus meningkatkan kinerja perwakafan. Kami menyampaikan apresiasi kepada Kanwil Kementerian Agama, pemerintah daerah, ATR/BPN, para nazir, lembaga pengelola wakaf, serta seluruh masyarakat yang telah bersama-sama membangun gerakan wakaf di Kalimantan Barat," ujar Andi Musa.
Menurut Andi Musa, BWI Kalimantan Barat akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar aset-aset wakaf tidak hanya terlindungi secara hukum, tetapi juga mampu dikelola secara produktif sehingga memberikan manfaat ekonomi, sosial, pendidikan, dan kesehatan bagi masyarakat.
"Rakernas BWI 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam mewujudkan tata kelola wakaf yang profesional, transparan, dan produktif. Target kita bukan sekadar mengejar peringkat, tetapi bagaimana wakaf benar-benar menjadi instrumen pemberdayaan umat dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Momentum Rakernas BWI 2026 juga dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran BWI di Indonesia dalam mempercepat transformasi pengelolaan wakaf nasional. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari penguatan kelembagaan, digitalisasi layanan, optimalisasi wakaf produktif, hingga peningkatan kontribusi wakaf terhadap pembangunan ekonomi umat.
Muhajirin berharap capaian Kalimantan Barat dapat menjadi motivasi bagi seluruh pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan literasi dan partisipasi masyarakat dalam berwakaf.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus membudayakan wakaf sebagai investasi akhirat yang manfaatnya dapat dirasakan sepanjang masa. Dengan semangat kolaborasi, insyaallah Kalimantan Barat mampu mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi ini pada tahun-tahun mendatang," pungkasnya.
Prestasi sebagai peringkat ke-4 Indeks Wakaf Nasional 2026 semakin mengukuhkan posisi Kalimantan Barat sebagai salah satu provinsi dengan perkembangan perwakafan terbaik di Indonesia. Capaian ini menyamai indek wakaf nasional tahun 2025 yang melengkapi berbagai keberhasilan Kalimantan Barat dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi pemerintah, BWI, nazir, dan masyarakat mampu menghadirkan wakaf sebagai instrumen pembangunan yang memberikan kemaslahatan luas bagi umat.(r)
Editor : Salman Busrah