Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Bunda PAUD Pontianak Pastikan MPLS Ramah Anak, Dorong Siswa Miliki KIA

Aristono Edi Kiswantoro • Kamis, 16 Juli 2026 | 23:31 WIB
TINJAU: Bunda PAUD Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, meninjau proses pendataan dan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi siswa di SDN 31 Pontianak Barat.    (Prokopim Pemkot Pontianak)
TINJAU: Bunda PAUD Kota Pontianak, Yanieta Arbiastutie, meninjau proses pendataan dan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi siswa di SDN 31 Pontianak Barat. (Prokopim Pemkot Pontianak)

 

PONTIANAK POST – Bunda PAUD Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di tiga sekolah, Rabu (15/7), untuk memastikan peserta didik baru mendapatkan pengalaman belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Dalam kesempatan itu, ia juga mendorong setiap anak memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar dan akses terhadap layanan publik.

Tiga sekolah yang dikunjungi yakni SDN 34 Pontianak Kota, TK Adicita Mulia, dan SDN 31 Pontianak Barat.

MPLS Menjadi Awal Adaptasi Anak di Sekolah

Yanieta mengatakan MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi tahap penting bagi peserta didik untuk beradaptasi dengan guru, teman, serta suasana belajar yang baru.

Menurutnya, pengalaman positif pada hari-hari pertama sekolah akan membentuk rasa percaya diri dan semangat anak dalam mengikuti proses pendidikan.

"Banyak manfaat dari masa pengenalan lingkungan sekolah. Peserta didik dapat mengenal lingkungan sekolah, teman, dan guru-gurunya. Sekolah ini merupakan rumah kedua bagi mereka," ujarnya.

Ia mengajak guru dan orang tua menciptakan suasana yang hangat agar anak merasa diterima sejak hari pertama masuk sekolah.

"Lakukan prosesnya dengan senyum dan ramah. Kesan pertama masuk sekolah akan menjadi awal tumbuhnya simpati dan kenyamanan anak," tegasnya.

Tekankan Sekolah Bebas Perundungan

Dalam kunjungannya, Yanieta juga mengingatkan pentingnya membangun lingkungan sekolah yang inklusif, aman, dan bebas dari diskriminasi maupun perundungan.

Ia berharap seluruh tenaga pendidik menanamkan nilai kasih sayang, kejujuran, tanggung jawab, disiplin, sopan santun, serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah sejak awal tahun ajaran.

"Anak-anak akan bertemu guru dan teman baru. Saya berharap tidak ada diskriminasi maupun perundungan. Ajarkan mereka dengan kasih sayang, kejujuran, tanggung jawab, menghormati guru dan orang tua, sopan santun, disiplin, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah," pesannya.

Pelayanan KIA Permudah Akses Layanan Publik

Kunjungan di SDN 31 Pontianak Barat dirangkaikan dengan pelayanan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi peserta didik.

Yanieta menegaskan KIA bukan sekadar kartu identitas, tetapi menjadi bagian dari pemenuhan hak anak sekaligus mempermudah akses terhadap berbagai layanan publik.

"Kartu Identitas Anak ini sangat penting. Bukan hanya sekadar kartu, tetapi juga bentuk pemenuhan hak anak," katanya.

Menurutnya, KIA dapat digunakan sebagai persyaratan administrasi sekolah, mengakses layanan kesehatan, membuka rekening tabungan anak, hingga memperoleh berbagai fasilitas atau potongan harga di tempat yang bekerja sama dengan pemerintah.

"Dengan KIA, anak akan lebih mudah memperoleh berbagai layanan publik, seperti pendidikan dan kesehatan. Bagi orang tua yang anaknya belum memiliki KIA, segera diurus," pungkasnya.

Mengapa KIA Penting?

Kartu Identitas Anak merupakan identitas resmi bagi anak berusia di bawah 17 tahun yang diterbitkan pemerintah. Selain menjadi dokumen administrasi kependudukan, KIA memudahkan anak memperoleh layanan pendidikan, kesehatan, perbankan, serta berbagai layanan publik lainnya. **

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
MPLS Pontianak SDN 31 Pontianak Barat kartu identitas anak (kia) Bunda PAUD Pontianak hak anak