PONTIANAK POST - Luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat selama periode Januari hingga Juni 2026 mencapai 28.680,47 hektare. Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar, disusul Kubu Raya, dan Mempawah.
Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, Daniel mengungkapkan, data tersebut mengacu pada Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Berdasarkan data tersebut, Kabupaten Ketapang mencatat luas lahan terbakar mencapai 8.095,85 hektare. “Posisi kedua ditempati Kabupaten Kubu Raya dengan luas lahan terbakar 7.913,05 hektare, disusul Kabupaten Mempawah seluas 6.129,53 hektare,” ungkapnya, Jumat (17/7).
Di urutan berikutnya terdapat Kabupaten Sambas dengan luas lahan terbakar 2.228,20 hektare, Kabupaten Bengkayang 1.433,69 hektare, serta Kabupaten Kayong Utara 1.105,20 hektare.
Sementara itu, Kabupaten Kapuas Hulu mencatat luas lahan terbakar 450,38 hektare, Kota Singkawang 374,74 hektare, dan Kota Pontianak 295,29 hektare.
Selanjutnya di periode yang sama, Kabupaten Landak memiliki luas lahan terbakar 244,76 hektare, Kabupaten Sintang 139,98 hektare, Kabupaten Sanggau 136,72 hektare, Kabupaten Melawi 129,06 hektare, serta Kabupaten Sekadau menjadi daerah dengan luasan terkecil, yakni 4,18 hektare.
Daniel menyebutkan, secara akumulatif luas lahan yang terdampak karhutla di Kalbar selama enam bulan pertama tahun ini mencapai 28.680,47 hektare. Data tersebut menjadi dasar pemantauan kondisi karhutla di Kalbar selama periode Januari hingga Juni 2026.
“Data ini bersumber dari Sipongi KLHK yang digunakan sebagai rujukan pemantauan luas lahan terbakar di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (bar)
Editor : Miftahul Khair