Karhutla Kalbar Hanguskan 28.680 Hektare Lahan, Ketapang Jadi Daerah Terparah Disusul Kubu Raya dan Mempawah

Idil Aqsa Akbary • Dipublikasikan Sabtu, 18 Juli 2026 | 13:45 WIB
Tangkapan udara kebakaran lahan di Desa Galang Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah pada Senin (9/2).
Tangkapan udara kebakaran lahan di Desa Galang Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah pada Senin (9/2).

PONTIANAK POST - Luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat selama periode Januari hingga Juni 2026 mencapai 28.680,47 hektare. Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar, disusul Kubu Raya, dan Mempawah.

Koordinator Harian Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar, Daniel mengungkapkan, data tersebut mengacu pada Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Berdasarkan data tersebut, Kabupaten Ketapang mencatat luas lahan terbakar mencapai 8.095,85 hektare. “Posisi kedua ditempati Kabupaten Kubu Raya dengan luas lahan terbakar 7.913,05 hektare, disusul Kabupaten Mempawah seluas 6.129,53 hektare,” ungkapnya, Jumat (17/7).

Baca Juga: Risiko Karhutla Meningkat, Manggala Agni Intensif Patroli dan Edukasi Warga di Singkawang, Sambas, dan Bengkayang

Di urutan berikutnya terdapat Kabupaten Sambas dengan luas lahan terbakar 2.228,20 hektare, Kabupaten Bengkayang 1.433,69 hektare, serta Kabupaten Kayong Utara 1.105,20 hektare.

Sementara itu, Kabupaten Kapuas Hulu mencatat luas lahan terbakar 450,38 hektare, Kota Singkawang 374,74 hektare, dan Kota Pontianak 295,29 hektare.

Selanjutnya di periode yang sama, Kabupaten Landak memiliki luas lahan terbakar 244,76 hektare, Kabupaten Sintang 139,98 hektare, Kabupaten Sanggau 136,72 hektare, Kabupaten Melawi 129,06 hektare, serta Kabupaten Sekadau menjadi daerah dengan luasan terkecil, yakni 4,18 hektare.

Daniel menyebutkan, secara akumulatif luas lahan yang terdampak karhutla di Kalbar selama enam bulan pertama tahun ini mencapai 28.680,47 hektare. Data tersebut menjadi dasar pemantauan kondisi karhutla di Kalbar selama periode Januari hingga Juni 2026. 

Baca Juga: Karhutla di Kayong Utara Sebabkan Pipa Induk Air Bersih Bocor, Distribusi ke Pelanggan Sempat Terganggu

“Data ini bersumber dari Sipongi KLHK yang digunakan sebagai rujukan pemantauan luas lahan terbakar di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (bar)

Editor : Miftahul Khair
karhutla kalbar bpbd ketapang kubu raya lahan terbakar