Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Zodiak

Pakar Pendidikan: Candaan Sehat Tidak Membuat Siapa Pun Merasa Direndahkan

Chairunnisya • Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:01 WIB
Ilustrasi pelajar (AI)
Ilustrasi pelajar (AI)

PONTIANAK POST - Suasana belajar yang menyenangkan sering lahir dari komunikasi yang santai. Namun, tidak semua candaan bisa dianggap wajar. Humor tetap memiliki batas ketika menyangkut penghormatan terhadap orang lain.

Dilansir dari Jawapos, Amazing Teacher Trainer Panji Mahardika SPd MPd menjelaskan bahwa candaan yang sehat adalah candaan yang membuat semua orang merasa nyaman.

Humor Harus Membuat Semua Tertawa

Baca Juga: Gestur Menghina Guru Dinilai Bukti Krisis Adab di Dunia Pendidikan Saat Ini

Menurut Panji, ukuran candaan yang sehat sebenarnya sederhana.

"Candaan sehat itu membuat semua pihak bisa tertawa tanpa ada yang merasa direndahkan. Kalau hanya satu pihak yang tertawa, itu bukan candaan, tapi olok-olok. Apalagi kalau ada yang merasa tidak nyaman, berarti sudah lewat batas," terangnya.

Ia menilai humor seharusnya menjadi sarana mencairkan suasana belajar, bukan alat untuk mempermalukan seseorang.

Baca Juga: Tahun Ajaran Baru: Saatnya Guru Beradaptasi dan Berinovasi

Bahasa Tubuh Juga Mengandung Makna

Selain ucapan, Panji mengingatkan bahwa bahasa tubuh juga menjadi bagian penting dalam komunikasi.

"Bahasa tubuh itu jujur. Gestur seperti mengacungkan jari tengah atau mimik mengejek secara universal bukan candaan, tapi simbol penghinaan, meskipun dibungkus humor," tegasnya.

Baca Juga: Guru Tidak Harus Jago Teknologi untuk Mengajar di Era Digital

Karena itu, siswa perlu memahami bahwa tidak semua ekspresi dapat dibenarkan hanya dengan alasan bercanda. (*) 

Editor : Chairunnisya
Amazing Teacher Trainer pelajar dan guru komunikasi di sekolah guru bahasa tubuh