PONTIANAK POST - Suasana belajar yang menyenangkan sering lahir dari komunikasi yang santai. Namun, tidak semua candaan bisa dianggap wajar. Humor tetap memiliki batas ketika menyangkut penghormatan terhadap orang lain.
Dilansir dari Jawapos, Amazing Teacher Trainer Panji Mahardika SPd MPd menjelaskan bahwa candaan yang sehat adalah candaan yang membuat semua orang merasa nyaman.
Humor Harus Membuat Semua Tertawa
Baca Juga: Gestur Menghina Guru Dinilai Bukti Krisis Adab di Dunia Pendidikan Saat Ini
Menurut Panji, ukuran candaan yang sehat sebenarnya sederhana.
"Candaan sehat itu membuat semua pihak bisa tertawa tanpa ada yang merasa direndahkan. Kalau hanya satu pihak yang tertawa, itu bukan candaan, tapi olok-olok. Apalagi kalau ada yang merasa tidak nyaman, berarti sudah lewat batas," terangnya.
Ia menilai humor seharusnya menjadi sarana mencairkan suasana belajar, bukan alat untuk mempermalukan seseorang.
Baca Juga: Tahun Ajaran Baru: Saatnya Guru Beradaptasi dan Berinovasi
Bahasa Tubuh Juga Mengandung Makna
Selain ucapan, Panji mengingatkan bahwa bahasa tubuh juga menjadi bagian penting dalam komunikasi.
"Bahasa tubuh itu jujur. Gestur seperti mengacungkan jari tengah atau mimik mengejek secara universal bukan candaan, tapi simbol penghinaan, meskipun dibungkus humor," tegasnya.
Baca Juga: Guru Tidak Harus Jago Teknologi untuk Mengajar di Era Digital
Karena itu, siswa perlu memahami bahwa tidak semua ekspresi dapat dibenarkan hanya dengan alasan bercanda. (*)
Editor : Chairunnisya