UM Pontianak Lepas 978 Mahasiswa KKN ke 95 Desa, Ada yang Mengabdi hingga Kuala Lumpur, Malaysia

Ashri Isnaini • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 12:24 WIB
Universitas Muhammadiyah Pontianak melepas 978 mahasiswa peserta KKN Tahun 2026, Senin (20/7). Selama 40 hari, para mahasiswa akan mengabdi di 95 desa di Kalimantan Barat serta mengikuti KKN Internasional di Kuala Lumpur. (ISTIMEWA)
Universitas Muhammadiyah Pontianak melepas 978 mahasiswa peserta KKN Tahun 2026, Senin (20/7). Selama 40 hari, para mahasiswa akan mengabdi di 95 desa di Kalimantan Barat serta mengikuti KKN Internasional di Kuala Lumpur. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak resmi melepas 978 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026, Senin (20/7).

Selama 40 hari ke depan, para mahasiswa akan mengabdikan diri di tengah masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang tersebar di 95 desa di sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Barat, bahkan hingga mancanegara.

KKN Tahun 2026 berlangsung mulai 20 Juli hingga 30 Agustus 2026 dengan mengusung tema "Integrasi Inovasi dan Potensi Lokal dalam Mewujudkan Masyarakat Berdaya dan Berkelanjutan."

Baca Juga: Pemkab Mempawah Dukung Penuh Pelaksanaan KKN Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pontianak di Empat Kecamatan

Tema tersebut menjadi pijakan bagi mahasiswa untuk menghadirkan program pengabdian yang inovatif, sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat di masing-masing daerah penugasan.

Rektor Universitas Muhammadiyah Pontianak, Dr. Heriansyah, S.H., S.H.I., M.Pd, mengatakan KKN merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan masyarakat.

"Melalui tema yang diusung tahun ini, kami berharap mahasiswa mampu menghadirkan inovasi yang selaras dengan potensi lokal sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong terciptanya pembangunan yang berkelanjutan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia KKN 2026, Sukardi, SE, MM, menjelaskan dari total 993 mahasiswa yang mengisi Kartu Rencana Studi (KRS), sebanyak 978 mahasiswa mengikuti KKN, sedangkan 15 mahasiswa tidak mengikuti program tersebut.

Baca Juga: Wagub Kalbar Minta Desainer Tampilkan Budaya Kalimantan di Ajang Fatmawati Trophy 2026 Nasional

Para peserta disebar ke berbagai daerah di Kalimantan Barat dengan rincian Kabupaten Kubu Raya sebanyak 257 mahasiswa, Kabupaten Mempawah 274 mahasiswa, Kabupaten Bengkayang 55 mahasiswa, Kota Pontianak 228 mahasiswa, Kota Singkawang 57 mahasiswa, Kabupaten Sintang 43 mahasiswa, KKN Magang 44 mahasiswa, serta KKN Internasional yang diikuti 20 mahasiswa di Kuala Lumpur, Malaysia.

Menurut Sukardi, sebelum diterjunkan ke lapangan, seluruh peserta telah melalui serangkaian tahapan persiapan. Mulai dari survei lokasi, penyusunan program kerja, konsultasi dengan dosen pembimbing lapangan (DPL), hingga pembekalan sebagai bekal pelaksanaan KKN.

"Program yang akan dijalankan mahasiswa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi masing-masing. Fokus kegiatan meliputi bidang perikanan, teknologi informasi, digitalisasi, budidaya perikanan, hukum, kesehatan masyarakat, psikologi, hingga ekonomi dan bisnis," jelasnya.

Dia menambahkan, selama menjalankan pengabdian mahasiswa akan mendapatkan pembinaan dari pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah terkait, termasuk Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbang).

Selain itu, mahasiswa juga didampingi dosen pembimbing lapangan serta dipantau melalui kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) yang dilakukan panitia.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik, seluruh kelompok peserta KKN diwajibkan mempresentasikan hasil pelaksanaan program dalam seminar hasil KKN setelah masa pengabdian berakhir.

Baca Juga: TNI AU Gandeng TUDM Pantau Perbatasan Indonesia-Malaysia Pakai Jet Tempur F-16

Sukardi menegaskan, KKN merupakan implementasi salah satu Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yakni pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menerapkan ilmu yang dimiliki, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Kami berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik Universitas Muhammadiyah Pontianak, menjunjung tinggi etika selama berada di tengah masyarakat, serta mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan solusi, inovasi, dan semangat pemberdayaan di setiap wilayah penugasan," pungkasnya. (ash/ser)

Editor : Miftakhair
kkn UM Pontianak kalbar mahasiswa malaysia