Pemkot Pontianak Salurkan Bantuan Genset, Alat Tangkap, dan Beras untuk Nelayan

Uray Ronald • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 23:05 WIB
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menyerahkan bantuan kepada nelayan di kampung nelayan Gg. H. Sanusi, Kelurahan Banjar Serasan, Pontianak Timur, Selasa (21/7/2026). (Prokopim)
Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menyerahkan bantuan kepada nelayan di kampung nelayan Gg. H. Sanusi, Kelurahan Banjar Serasan, Pontianak Timur, Selasa (21/7/2026). (Prokopim)

 

PONTIANAK POST – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menyalurkan bantuan kepada kelompok nelayan berupa lima unit genset, alat tangkap, dan bantuan pangan untuk mendukung aktivitas melaut serta meringankan beban ekonomi nelayan kecil. Bantuan tersebut diserahkan di Kampung Nelayan Gang H. Sanusi, Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Selasa (21/7/2026).

Tahun ini, sebanyak lima kelompok nelayan menerima bantuan mesin genset, tujuh kelompok memperoleh bantuan alat tangkap, dan 151 keluarga nelayan menerima bantuan beras. Seluruh penerima berasal dari tiga kecamatan di Kota Pontianak.

Nelayan Apresiasi Bantuan dan Kemudahan Akses BBM Subsidi

Perwakilan Kelompok Nelayan Cahaya Pelangi, Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Romadon, mengapresiasi perhatian yang diberikan Pemkot Pontianak kepada nelayan. Kelompoknya menjadi salah satu penerima bantuan genset.

"Saya mewakili kawan-kawan dari kelompok nelayan Pontianak Timur, Kelurahan Banjar Serasan, mengucapkan banyak terima kasih. Kami senang dengan adanya bantuan ini," ujar Romadon usai penyerahan bantuan.

Baca Juga: Balai PK Pontianak Wajibkan Nelayan Pemegang SIPJI Miliki Kartu Nelayan Sebelum Melaut

Ia juga mengaku senang dapat berdialog langsung dengan Wakil Wali Kota, dinas terkait, camat, lurah, serta kelompok masyarakat lainnya. Menurutnya, forum tersebut menjadi kesempatan bagi nelayan untuk menyampaikan kondisi yang mereka hadapi.

Romadon menyebut kemudahan memperoleh BBM subsidi menjadi kabar yang paling menggembirakan bagi nelayan. Saat ini, nelayan telah memperoleh BBM bersubsidi melalui rekomendasi pelabuhan sehingga biaya operasional melaut dapat ditekan.

"Alhamdulillah sekarang kami sudah dapat BBM subsidi dengan harga normal. Itu yang paling kami harapkan, karena biaya paling besar bagi kami adalah BBM," ungkapnya.

Sebelumnya, para nelayan harus membeli BBM dengan harga sekitar Rp15 ribu per liter, sehingga biaya melaut menjadi lebih tinggi.

Baca Juga: Ketua DPRD Mempawah Usulkan Barcode Khusus Nelayan untuk Solar Subsidi

Pemkot Fokus Mendukung Nelayan Kecil

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan Pemkot Pontianak akan terus memberikan perhatian kepada nelayan kecil, khususnya pemilik kapal di bawah 10 gross tonnage (GT).

"Untuk meringankan beban mereka, pemerintah kota memberikan bantuan genset, ada lima genset. Kemudian ada bantuan pangan berupa beras cadangan pangan kepada warga nelayan di tiga kecamatan," jelasnya.

Setiap keluarga nelayan menerima bantuan beras sebanyak 10 kilogram. Selain itu, bantuan jaring diberikan kepada nelayan yang menggunakan sampan bermesin agar dapat meningkatkan hasil tangkapan.

Meski demikian, Bahasan mengakui jumlah bantuan genset yang disalurkan belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan nelayan.

"Insya Allah pemerintah kota akan mengikhtiarkan agar nelayan itu semuanya bisa mendapatkan bantuan," katanya.

Ia menegaskan program bantuan kepada nelayan akan terus diupayakan menjadi agenda rutin sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam mendukung kesejahteraan nelayan.

"Kalau saya lihat, ini masih menuju ke arah lebih sejahtera, lebih mapan. Untuk menuju ke sana, pemerintah harus hadir," ujarnya.

Baca Juga: SAR Pontianak Soroti Tingginya Kecelakaan Nelayan, 10 Kasus Darurat Hanya pada Mei 2026

Pendataan Nelayan Akan Diperbarui

Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Pontianak Irwan Prayitno mengatakan jumlah nelayan di Kota Pontianak tidak sebanyak daerah pesisir lainnya. Namun demikian, pemerintah tetap berkomitmen memberikan perhatian kepada nelayan kecil yang masih aktif.

Pihaknya akan melakukan pendataan ulang kelompok nelayan agar program bantuan dapat disalurkan lebih tepat sasaran sesuai kondisi di lapangan.

"Terutama kelompok nelayan kecil yang masih menggunakan sampan bermesin untuk melakukan penangkapan di sekitar Sungai Kapuas. Insya Allah nanti secara perlahan akan kita tingkatkan menuju kapal-kapal di bawah 10 GT," ungkapnya.

Selain menyalurkan bantuan, Pemkot Pontianak juga akan memperkuat pendampingan kepada nelayan melalui penyuluh perikanan.

Irwan menjelaskan bahwa sejak Januari 2026, penyuluh perikanan di Kota Pontianak telah berada di bawah koordinasi Kementerian Kelautan dan Perikanan. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan para penyuluh untuk terus mendampingi nelayan, khususnya nelayan tangkap.

"Mulai Januari 2026, penyuluh perikanan di Kota Pontianak sudah diambil alih oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Nanti kita akan berkoordinasi dan meminta bantuan penyuluh untuk terus melakukan pendampingan terhadap nelayan, terutama nelayan tangkap," pungkasnya.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : prokopim pontianak
bantuan nelayan Pontianak BBM subsidi nelayan Bahasan Wakil Wali Kota Pontianak nelayan Sungai Kapuas pemkot pontianak