PONTIANAK POST - Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Bebby Nailufa memandang, proses penuntasan pelebaran jalan Sungai Jawi oleh Pemerintah Kota Pontianak sampai kini berjalan lamban. Menurutnya perlu keseriusan dan fokus terhadap persoalan pembebasan lahan yang terdampak.
“Program pelebaran jalan Sungai Jawi hingga kini masih terkendala. Salah satunya persoalan pembebasan lahan yang terdampak. Perlu fokus dan keseriusan untuk menuntaskan pembebasan lahan di sana,” kata Bebby, Selasa (21/7).
Pandangan Bebby, proses pembebasan lahan di daerah Sungai Jawi ini sudah menahun. Namun hingga kini tampaknya masih terdapat lahan masyarakat yang belum dibebaskan oleh pemerintah. Alhasil, program pelebaran Jalan Sungai Jawi terkendala.
Baca Juga: Potensi Karhutla Mengintai Kalbar, DPRD Minta Antisipasi Diperkuat Sejak Dini
Dalam upaya pembebasan lahan milik masyarakat, dinas terkait perlu melakukannya dengan fokus dan intens. Sebab ini keterkaitannya dengan lahan milik masyarakat. Sehingga dalam pendekatannya juga mesti benar-benar. Masyarakat kata Bebby juga diminta dapat mendukung ketika program pemerintah akan dijalankan. Sebab tujuannya ini demi masyarakat banyak.
Harapan Bebby, proses pembebasan lahan untuk pelebaran Jalan di Sungai Jawi ini bisa berjalan cepat. Sehingga Pemerintah Pontianak tinggal mengalokasikan anggaran buat pelebaran jalannya saja.
Mengingat di daerah Sungai Jawi kini pertumbuhan penduduk semakin padat. Jumlah pengguna kendaraan juga semakin meningkat dari tahun ke tahun. Alhasil di jam tertentu, lokasi Sungai Jawi kerap macet. “Sebenarnya pelebaran jalan ini merupakan salah satu upaya untuk memecah arus kendaraan agar tidak krodit,” ungkapnya.
Tantangan pelebaran jalan saat ini, adalah pendekatan pemerintah dengan masyarakat untuk pembebasan lahannya. Dalam upaya pendekatan kepada masyarakat harus dilakukan dengan cara-cara humanis. Koordinasi di lingkup pemerintahan harus dikuatkan dalam pembebasan lahan. Mulai dari pihak kelurahan, kecamatan hingga OPD terkait. Tentunya dalam pembebasan lahan itu, sudah melalui tim appraisal. Sehingga harganya memang benar-benar sesuai dengan lokasi lahan yang akan dibebaskan.
Baca Juga: Lubang Berbahaya di Jalan Imam Bonjol Pontianak Ditandai Pohon Bambu, Warga Khawatir Picu Kecelakaan
“Pembebasan lahan harus dituntaskan. Sebab persoalan perkotaan ini ke depan semakin pelik, kita sebagai pemangku kebijakan, juga harus bisa menjadi pemecah persoalan di tataran masyarakat perkotaan,” tutupnya.(iza)
Editor : Hanif