PONTIANAK POST – Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar memperketat pengawasan terhadap penggunaan senjata api, kendaraan dinas, dan perlengkapan operasional di lingkungan Satbrimob Polda Kalbar. Kebijakan itu menjadi salah satu penekanan dalam kunjungan kerja Kapolda ke Markas Komando Satbrimob Polda Kalbar, Rabu (22/7), sebagai upaya memperkuat disiplin, profesionalisme, dan kesiapsiagaan personel dalam menjalankan tugas.
Kapolda didampingi Wakapolda Kalbar Brigjen Pol. Hindarsono serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Kalbar. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Dansat Brimob Polda Kalbar Kombes Pol. Dede Rojudin beserta jajaran dan seluruh personel Satbrimob.
Periksa Senjata dan Kendaraan Secara Berkala
Dalam arahannya, Kapolda menegaskan setiap komandan bertanggung jawab memastikan seluruh sarana operasional berada dalam kondisi siap digunakan. Pemeriksaan senjata api, kendaraan dinas, hingga perlengkapan pendukung harus dilakukan secara berkala sebagai bagian dari pengawasan internal.
Menurutnya, kesiapan peralatan menjadi faktor penting agar personel dapat menjalankan tugas secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur ketika menghadapi situasi darurat maupun operasi kepolisian.
"Para komandan harus memastikan seluruh sarana dalam kondisi siap pakai melalui pemeriksaan rutin dan latihan yang konsisten," tegas Kapolda.
Ia menambahkan, pengawasan yang baik juga menjadi langkah preventif untuk mencegah penyalahgunaan fasilitas negara maupun pelanggaran disiplin di lingkungan Polri.
Personel Diminta Hindari Sikap Arogan
Selain kesiapan peralatan, Kapolda mengingatkan seluruh personel Satbrimob agar menjaga sikap saat bertugas. Anggota diminta menghindari perilaku arogan, mematuhi aturan disiplin, serta menjaga nama baik institusi Polri.
Menurut Kapolda, kemampuan menggunakan kekuatan harus selalu diimbangi dengan pendekatan yang humanis kepada masyarakat.
"Brimob adalah pasukan elite Polri. Bangun kebanggaan terhadap satuan, jaga kekompakan, dan pastikan seluruh personel berada dalam satu garis komando. Kekuatan utama sebuah pasukan terletak pada soliditas dan disiplin," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun esprit de corps sebagai fondasi soliditas satuan. Seluruh personel diminta menghilangkan sekat antarkelompok dan memperkuat rasa memiliki terhadap organisasi.
Tingkatkan Kemampuan Hadapi Tantangan Tugas
Kapolda meminta personel terus meningkatkan kompetensi melalui latihan berkelanjutan, pendidikan, dan pengembangan wawasan agar mampu menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.
Menurutnya, Brimob tidak hanya dituntut menjadi kekuatan utama dalam menjaga keamanan, tetapi juga harus hadir memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
"Anggota Brimob harus mampu menjadi strong hand of society dalam menghadapi ancaman keamanan, sekaligus menjadi soft hand of society melalui berbagai aksi kemanusiaan dan pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Komandan Harus Jadi Teladan
Kapolda juga berpesan kepada seluruh komandan agar menjadi teladan bagi anggotanya. Pembinaan personel, kata dia, harus dilakukan secara profesional melalui komunikasi yang baik dan kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi anggota.
Ia menegaskan moto Brimob, "Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan, Pengabdianku untuk NKRI," harus menjadi pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol. Bambang Suharyono mengatakan kunjungan kerja tersebut menjadi momentum memperkuat semangat, soliditas, dan profesionalisme personel Satbrimob.
"Harapannya, Brimob Polda Kalbar semakin profesional, modern, dan dipercaya masyarakat," ujarnya. **
Editor : Aristono Edi Kiswantoro