PONTIANAK POST - Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menegaskan pengamanan wilayah perbatasan Kalimantan Barat dan Malaysia terus diperkuat melalui penambahan satuan serta peningkatan koordinasi dengan aparat keamanan kedua negara.
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus mengantisipasi potensi gangguan di kawasan strategis perbatasan.
Pernyataan itu disampaikan Pangdam saat menghadiri High Level Meeting (HLM) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Barat di Pontianak, Rabu (22/7/2026).
Baca Juga: Perkuat Pengawasan Udara, Satgas Pamtas Tingkatkan Kemampuan Anti-Drone di Perbatasan Kalbar
Pangdam: Situasi Perbatasan Kalbar-Malaysia Masih Kondusif
Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito mengatakan tren situasi keamanan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat dan Malaysia hingga saat ini masih relatif normal. Menurutnya, kerja sama yang telah terjalin antara Indonesia dan Malaysia juga terus berjalan dengan baik.
"Sejauh ini tren isu yang berkembang di wilayah perbatasan masih dalam kondisi normal. Kerja sama yang sudah dibangun antara Indonesia dan Malaysia selama ini juga terus berlangsung dan kita meningkatkan pengamanan di perbatasan Kalbar," kata Novi.
Menurut Pangdam, Korem 121/Alambhana Wanawwai terus memperkuat koordinasi dengan satuan militer Malaysia guna menjaga stabilitas kawasan perbatasan yang memiliki bentang wilayah cukup panjang.
Baca Juga: TNI dan Satgas Pamtas Gelar Sweeping Kendaraan di Perbatasan Batang Lupar Kapuas Hulu
Pengamanan Dibagi Menjadi Dua Sektor
Untuk meningkatkan efektivitas pengawasan, Pangdam menjelaskan TNI membagi pengamanan wilayah perbatasan Kalimantan Barat ke dalam dua sektor, yakni sektor barat dan sektor timur.
Pembagian sektor tersebut bertujuan mempercepat respons terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk aktivitas kejahatan lintas negara yang menjadi perhatian bersama.
"Kami berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah hal-hal yang terjadi, terutama yang krusial dari aspek keamanan dan kejahatan lintas batas," tuturnya.
Penambahan Satuan Diusulkan Perkuat Pengawasan
Novi mengatakan TNI terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengusulkan penambahan satuan di kawasan perbatasan.
Menurutnya, penguatan personel dan satuan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan pengawasan serta memperkuat keamanan di wilayah strategis tersebut.
TNI Dukung Pembangunan Hingga Sekolah Rakyat
Selain menjaga keamanan perbatasan, Pangdam menyampaikan TNI terus mendukung pembangunan daerah melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ia mengatakan program TMMD rutin dilaksanakan di sejumlah kabupaten sebagai bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan, khususnya di wilayah yang masih memerlukan peningkatan infrastruktur dan akses masyarakat.
Novi menambahkan TNI juga mendukung berbagai program pemerintah, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat serta kegiatan lain sesuai permintaan kementerian dan lembaga terkait.
Pangdam Tekankan Pentingnya Sinergi
Pangdam XII/Tanjungpura menegaskan sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan sekaligus mempercepat pembangunan di Kalimantan Barat, terutama kawasan perbatasan.
Ia berharap koordinasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat agar situasi keamanan di wilayah Kalimantan Barat, termasuk sepanjang perbatasan Indonesia-Malaysia, tetap aman dan kondusif.
Wilayah perbatasan darat Kalimantan Barat dengan Malaysia memiliki panjang sekitar 970 kilometer. Bentang wilayah tersebut menjadi salah satu tantangan bagi Kodam XII/Tanjungpura dalam memperkuat pengawasan kawasan perbatasan.
Pengamanan perbatasan Kalimantan Barat dilaksanakan melalui Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia yang ditempatkan di sektor barat dan sektor timur.
Pada 2026, tugas tersebut dijalankan antara lain oleh Satgas Pamtas dari Yonarhanud 1/Purwa Bajra Cakti Kostrad di sektor barat dan Yonkav 3/Andhaka Cakti di sektor timur, sebelum keduanya mengakhiri masa penugasan sekitar satu tahun pada Juli 2026.*
Editor : Uray RonaldSumber : Antara