Krisantus Buka Gawai Dayak XV Sekadau, Dorong Investasi Berdampak dan Promosi Produk Unggulan Daerah

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 10:37 WIB
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan membuka Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026. (ADPIM KALBAR)
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan membuka Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026. (ADPIM KALBAR)

PONTIANAK POST – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan membuka Gawai Dayak XV Kabupaten Sekadau Tahun 2026 di Betang Youth Center, Jalan Panglima Naga, Selasa (21/7/2026), sekaligus menegaskan investasi di Kalbar harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Krisantus mengatakan pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya ditopang masuknya investasi, tetapi juga harus menghadirkan manfaat nyata dan berkeadilan bagi masyarakat.

"Pemerintah akan memberikan perlindungan kepada seluruh pelaku investasi di Kalimantan Barat. Namun investasi tersebut harus membawa dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan keadilan sosial sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat," tegasnya.

Baca Juga: Resmikan Pekan Gawai Dayak IV Kapuas Hulu 2026, Bupati Tekankan Pelestarian Budaya dan Kondusivitas Daerah

Gawai Dayak XV yang berlangsung pada 21–25 Juli 2026 menjadi ungkapan syukur atas hasil panen sekaligus ruang memperkuat persatuan, melestarikan budaya, dan menggerakkan ekonomi masyarakat melalui UMKM serta ekonomi kreatif.

Krisantus mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Sekadau dan Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sekadau yang terus menjaga keberlangsungan Gawai Dayak sebagai warisan budaya bernilai strategis.

"Gawai Dayak bukan sekadar pesta adat, tetapi juga menjadi ruang mempererat persaudaraan, melestarikan budaya, sekaligus mempromosikan potensi daerah. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat berkomitmen mendukung setiap kegiatan adat dan budaya karena itulah identitas yang harus terus kita jaga," ujarnya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan Gawai Dayak sebagai momentum memperkuat kebersamaan, gotong royong, dan toleransi agar keharmonisan di Kalimantan Barat tetap terjaga.

Baca Juga: ICDN dan Kejari Sintang Perkuat Literasi Hukum dan Edukasi Masyarakat

Krisantus juga mendorong pelaku UMKM, pengrajin, dan ekonomi kreatif memanfaatkan ajang tersebut untuk memperkenalkan produk unggulan daerah ke pasar yang lebih luas.

Menurutnya, masyarakat Dayak perlu terus memperkuat tiga pilar utama, yakni kedaulatan politik, kepribadian budaya, dan kemandirian ekonomi agar semakin banyak pengusaha lokal yang mampu mendorong pertumbuhan daerah.

"Kepribadian budaya kita sudah terbentuk dan terus terpelihara melalui pelaksanaan Gawai Dayak dari tahun ke tahun. Namun dari sisi ekonomi, kita masih harus memperkuat diri agar semakin banyak lahir pengusaha dan investor Dayak yang mampu menggerakkan perekonomian daerah," katanya.

Baca Juga: Kapolres Kapuas Hulu Pastikan Pengamanan Pekan Gawai Dayak Ke-IV 2026 Berjalan Aman dan Kondusif

Ketua Bidang I TP PKK Provinsi Kalimantan Barat Donata Krisantus menilai Gawai Dayak juga menjadi ruang pemberdayaan perempuan melalui pelestarian adat, kuliner, dan kerajinan lokal.

Ia berharap produk binaan PKK dan Dekranasda Kabupaten Sekadau semakin berkembang dan dikenal luas melalui kegiatan budaya tersebut.

Selama lima hari pelaksanaan, Gawai Dayak XV diisi pameran UMKM, lomba seni budaya, ritual adat, pemilihan Bujang Dara Gawai, hingga pertunjukan musik yang diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat. (mse)

 

Editor : Hanif
UMKM sekadau pelestarian budaya Gawai Dayak ekonomi masyarakat