PONTIANAK POST – Menjelang berakhirnya masa tugas sebagai Konsul Malaysia di Pontianak, Azizul Zekri memaparkan berbagai capaian kerja sama yang berhasil dibangun antara Malaysia, khususnya Sarawak, dengan Kalimantan Barat (Kalbar) selama hampir lima tahun terakhir. Penguatan hubungan kedua wilayah mencakup sektor transportasi, perdagangan, pendidikan, kebudayaan, olahraga, hingga pelayanan konsuler.
Pemaparan tersebut disampaikan Azizul dalam Sesi Ramah Mesra Konsulat Malaysia bersama insan media dan Friends of Malaysia di Hotel Transera Pontianak, Rabu (22/7) malam. Pekan depan menjadi masa tugas terakhirnya sebelum kembali bertugas di Kementerian Luar Negeri Malaysia di Putrajaya.
Konektivitas Pascapandemi Semakin Pulih
Azizul mengatakan, sejak mulai bertugas pada November 2021, hubungan bilateral Indonesia-Malaysia, khususnya antara Kalbar dan Sarawak, terus menunjukkan perkembangan positif. Salah satu capaian yang paling dirasakan masyarakat adalah pulihnya konektivitas pascapandemi Covid-19.
Layanan Bus Pontianak–Kuching kembali beroperasi, disusul penerbangan Pontianak–Kuching dan Pontianak–Kuala Lumpur yang membuka kembali akses mobilitas masyarakat, pelaku usaha, hingga wisatawan.
"Tahun lalu setengah juta warga Kalbar tercatat berkunjung ke Sarawak," ujar Azizul.
Menurutnya, peningkatan konektivitas tersebut tidak hanya memperkuat hubungan sosial kedua wilayah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan sektor pariwisata.
Perdagangan hingga Pendidikan Terus Berkembang
Di sektor ekonomi, Konsulat Malaysia aktif memfasilitasi berbagai kunjungan delegasi bisnis yang menghasilkan sejumlah nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Bersamaan dengan itu, kedua negara juga terus mempercepat normalisasi perdagangan lintas batas melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong–Tebedu.
Konsulat Malaysia juga menggandeng Universitas Tanjungpura (Untan) menyelenggarakan Seminar Potensi Pengembangan Produk Industri Kecil dan Sederhana (IKS) di kawasan perbatasan.
"Program tersebut melibatkan berbagai instansi, seperti dinas terkait, Bank Indonesia, Kadin, ASITA, Bank Kalbar, serta sejumlah organisasi lainnya," jelasnya.
Pada bidang pendidikan, hubungan perguruan tinggi di Malaysia dan Kalbar diperkuat melalui kerja sama akademik, pertukaran mahasiswa, pameran pendidikan, hingga pemberian beasiswa.
Tahun lalu, dua pelajar asal Pontianak memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Kolej Profesional Majlis Agama Islam Wilayah Persekutuan, Kuala Lumpur.
Budaya dan Olahraga Jadi Jembatan Persaudaraan
Hubungan kedua wilayah juga diperkuat melalui diplomasi budaya. Setelah sukses menggelar Seminar Pantun pada 2025, tahun ini Konsulat Malaysia merencanakan penyelenggaraan Mini Festival Puisi yang menghadirkan pantun, syair, sajak, dan diskusi sastra Nusantara.
Di bidang olahraga, Konsulat Malaysia turut mendukung penyelenggaraan berbagai ajang lintas negara, termasuk kegiatan gowes dan Kalimantan International MTB Festival yang membuka peluang atlet sepeda Kalbar tampil pada kompetisi internasional.
Pelayanan Konsuler dan Sinergi Lintas Instansi
Selain memperkuat hubungan bilateral, Azizul menegaskan pelayanan terhadap warga negara Malaysia di Pulau Kalimantan menjadi salah satu prioritas selama masa tugasnya.
Ia mengapresiasi dukungan Polri, TNI, Basarnas, Bakamla, Imigrasi, Pemerintah Provinsi Kalbar, pemerintah kabupaten/kota, hingga berbagai instansi yang dinilai berperan penting dalam penyelesaian berbagai persoalan yang melibatkan warga Malaysia.
Apresiasi juga disampaikan kepada Angkasa Pura, AirAsia, Badan Pengelola Perbatasan, Badan Karantina, Dinas Perhubungan, Ikatan Motor Indonesia (IMI), serta berbagai mitra lain yang mendukung kelancaran mobilitas delegasi Malaysia di Indonesia.
Media Dinilai Perkuat Hubungan Dua Negara
Azizul menilai insan pers memiliki kontribusi penting dalam mempererat hubungan Malaysia dan Indonesia melalui pemberitaan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, pariwisata, hingga ekonomi.
Salah satu bentuk penguatan hubungan tersebut adalah penandatanganan nota kesepahaman antara Federasi Persatuan Wartawan Sarawak (FSJA) dan PWI Kalbar pada 2023. Tahun berikutnya, sejumlah media Kalbar juga diundang melakukan peliputan langsung ke Malaysia.
Menurutnya, media juga menjadi mitra strategis dalam penyampaian informasi kepada masyarakat, termasuk saat menangani berbagai persoalan yang melibatkan warga Malaysia di Kalbar, seperti insiden kecelakaan helikopter di Kabupaten Sekadau.
Pulang Membawa Kenangan dari Kalbar
Menutup masa tugasnya, Azizul menyampaikan permohonan maaf sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh mitra kerja di Kalbar yang telah mendukung berbagai program selama hampir lima tahun terakhir.
Ia mengaku membawa banyak kenangan dari Bumi Khatulistiwa, mulai dari menyaksikan tradisi Meriam Karbit, menikmati kuliner khas Pontianak, merayakan Idulfitri di berbagai kabupaten, hingga menghadiri perayaan Gawai Dayak.
"Banyak kenangan saya di sini, semuanya indah. Jika bapak dan ibu ke Kuala Lumpur, jangan lupa hubungi saya. Insyaallah kita bisa ngopi bersama di sana. Semoga hubungan Malaysia dan Kalbar terus terjalin erat," harapnya.
Hubungan Kalimantan Barat dan Sarawak merupakan salah satu kerja sama lintas batas paling aktif di Indonesia. Kedua wilayah dihubungkan melalui PLBN Entikong–Tebedu dan didukung konektivitas darat maupun udara yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat, perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro