Hujan Guyur Pontianak Setelah Pekan-Pekan Panas dan Kabut Asap, Warga Sambut Lega

Deny Hamdani • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:40 WIB
Air hujan mulai membasahi bumi Kota Pontianak dan sekitar setelag beberapa pekan dihujani kabut asap, titik api dan karhutla pada Kamis (13/8). (DENY HAMDANI/PONTIANAK POST)
Air hujan mulai membasahi bumi Kota Pontianak dan sekitar setelag beberapa pekan dihujani kabut asap, titik api dan karhutla pada Kamis (13/8). (DENY HAMDANI/PONTIANAK POST)

PONTIANAK POST — Hujan akhirnya mengguyur Kota Pontianak dan sejumlah wilayah sekitarnya pada Kamis (13/8) sekitar pukul 15.45 WIB, setelah beberapa pekan wilayah Kalimantan Barat dilanda cuaca panas, kekeringan, serta kabut asap akibat meningkatnya titik panas dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat tersebut disambut antusias warga. Selain memberikan kesejukan setelah suhu udara terasa tinggi dalam beberapa hari terakhir, turunnya hujan diharapkan turut membantu mengurangi konsentrasi asap dan menekan potensi meluasnya karhutla.

Sejak pagi, cuaca di Kota Pontianak terpantau cerah dengan paparan matahari cukup terik. Kondisi tersebut membuat suhu udara terasa panas dan aktivitas masyarakat, khususnya di luar ruangan, menjadi kurang nyaman.

Baca Juga: Air Pemadaman Karhutla Makin Terbatas, Franky Sibarani Minta Warga Stop Bakar Lahan saat Kemarau

Memasuki sore hari, perubahan cuaca mulai terlihat. Awan gelap perlahan menutupi langit Pontianak sebelum hujan turun dan membasahi sejumlah kawasan.

Bagi warga, hujan sore itu menjadi penyejuk setelah beberapa hari menghadapi kondisi udara panas, asap, titik api, karhutla, dan kurang nyaman.

“Sejak pagi panas sekali. Jadi pas hujan turun sore ini rasanya lega. Udara jadi lebih sejuk dan tidak terlalu pengap,” ujar Andi, warga Pontianak.

Turunnya hujan juga menjadi harapan di tengah meningkatnya perhatian terhadap ancaman karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Baca Juga: Kronologi Lengkap Warga Rasau Jaya di Kubu Raya Meninggal Saat Ikut Membantu Penanganan Karhutla

Dalam beberapa pekan terakhir, kondisi cuaca yang relatif kering dan minim hujan membuat lahan lebih mudah terbakar. Asap dari kebakaran di sejumlah titik juga sempat memengaruhi kualitas udara dan aktivitas masyarakat.

Hujan yang turun di Pontianak diharapkan dapat membantu membasahi permukaan lahan serta mengurangi potensi penyebaran api, meski dampaknya terhadap karhutla sangat bergantung pada durasi dan sebaran hujan.

Terutama pada kawasan lahan gambut, hujan sesaat belum tentu mampu memadamkan api yang telah menjalar ke lapisan bawah tanah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memprakirakan adanya potensi hujan pada sore hingga malam hari di wilayah Pontianak dan sekitarnya.

Perubahan cuaca yang cepat membuat masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi hujan lebat maupun kondisi cuaca lainnya.

Bagi masyarakat, hujan sore ini bukan sekadar perubahan cuaca. Setelah berminggu-minggu menghadapi panas dan kabut asap, guyuran air dari langit menjadi sedikit kelegaan sekaligus harapan agar kondisi lingkungan Kalimantan Barat berangsur membaik. (den)

Editor : Miftahul Khair
karhutla kalbar bmkg el nino Hujan