PONTIANAK POST - Dua siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pontianak berhasil lolos ke tingkat internasional pada kompetisi roket air yang akan berlangsung Kuala Lumpur Oktober mendatang.
Keberhasilan ini mereka raih usai mengikuti Kompetisi Roket Air Nasional (KRAN) 2026 pada 7-8 Agustus di Malang.
"Kalimantan Barat menjadi satu-satunya provinsi di Kalimantan yang mengikuti kompetisi nasional ini," ungkap Sholihin Hz, Kepala MAN 1 Pontianak.
Baca Juga: Sekolah di Serian Ditutup Hingga Jumat Akibat Kabut Asap, Kualitas Udara Masih Tidak Sehat
Dalam kompetisi ini, lanjut Sholihin ada sekitar seratusan peserta dari delapan provinsi yang hadir dengan membawa karya masing-masing. Diikuti tiga siswa MAN 1 Pontianak yakni Muhammad Khalid Fahad dan Rizki Ramadan, serta Qanit Akram. Mereka didampingi pelatih Aryoli.
"Kompetisi nasional dilaksanakan di Lapangan VEDC (PPPTK VEDC) Kota Malang, Jawa Timur, yang diikuti oleh para pelajar dari berbagai daerah di Indonesia untuk menguji kreativitas dan kemampuan sains di bidang aerodinamika air," ungkapnya.
Konsep dasar roket air ini menggunakan air dan udara bertekanan sebagai tenaga dorong. Memanfaatkan botol plastik bekas sebagai badan utama roket. Menerapkan prinsip hukum fisika Newton serta mekanika fluida.
"Hasil kompetisi dan peluncuran roket dilapangan menempatkan dua murid MAN 1 Pontianak masing masing Khalid Fahad dan Rizki Ramadan mendapatkan tiket untuk berangkat ke Kuala Lumpur pada Oktober 2026 yang akan datang," jelasnya.
Sholihin mengapresiasi kerja keras siswa dan tim sehingga mampu meraih tiket menuju kompetisi internasional.
"Terimakasih atas dukungan keluarga besar MAN 1 Pontianak dan kementerian agama serta doa masyarakat Kalimantan Barat sehingga MAN 1 Pontianak menjadi satu satunya madrasah di kota Pontianak yang lolos tingkat internasional," pungkasnya. (mrd)
Editor : Hanif