PONTIANAK POST – Ketua Umum Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Erlina Ria Norsan, mengajak mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) terlibat dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya konsumsi ikan sekaligus pemanfaatan pekarangan untuk budidaya ikan.
Ajakan tersebut disampaikan Erlina saat menjadi narasumber dalam talk show edukasi peningkatan konsumsi ikan pada rangkaian Gelar Kapasitas Daerah dan Pekan Produk Kelautan dan Perikanan 2026 di Halaman Galeri dan Depot Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalbar, Kamis (13/8/2026).
Menurut Erlina, mahasiswa memiliki potensi besar untuk menjadi penghubung antara pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, keterlibatan generasi muda diperlukan untuk memperluas edukasi mengenai konsumsi ikan dan pemanfaatan potensi perikanan di lingkungan keluarga.
“Saya berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata dan semakin meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya konsumsi ikan. Lebih dari itu, saya berharap mahasiswa dapat menjadi bagian dari gerakan untuk mengedukasi masyarakat serta mendorong kreativitas dalam mengolah produk perikanan menjadi pangan yang sehat, bergizi, menarik, dan bernilai tambah,” ujarnya.
Erlina mengatakan Kalbar memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar. Potensi tersebut perlu diikuti dengan peningkatan konsumsi ikan masyarakat, sehingga hasil produksi perikanan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga memberikan manfaat bagi pemenuhan gizi keluarga.
Melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), Forikan mendorong ikan menjadi bagian dari pola konsumsi sehari-hari masyarakat. Menurut Erlina, kebiasaan mengonsumsi ikan sejak dini penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Membiasakan anak-anak mengonsumsi ikan sejak dini merupakan investasi untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” katanya.
Baca Juga: Kalsel Bidik Pusat Industri Pengolahan Ikan Gabus Nasional, Investasi Terkendala Pasokan Bahan Baku
Ia menilai upaya tersebut membutuhkan keterlibatan keluarga, TP PKK, Posyandu, Bunda PAUD, sekolah, perguruan tinggi, pelaku UMKM, hingga masyarakat.
Selain meningkatkan konsumsi, Erlina mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah untuk kegiatan produktif, salah satunya budidaya ikan.
Menurutnya, pemanfaatan pekarangan dapat menjadi salah satu cara memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi apabila dikembangkan secara lebih serius.
“Kami ingin mengajak mahasiswa untuk berkolaborasi. Mahasiswa memiliki pengetahuan, kreativitas, dan energi yang dapat menjadi kekuatan untuk membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat. Salah satunya bagaimana pekarangan rumah yang ada dapat dimanfaatkan secara produktif melalui budidaya ikan,” ungkapnya.
Erlina juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengolahan hasil perikanan. Menurutnya, peningkatan konsumsi ikan perlu diikuti dengan ketersediaan produk yang beragam, praktis, menarik, dan sesuai dengan selera masyarakat, khususnya anak-anak.
Inovasi tersebut sekaligus dapat mendorong hilirisasi produk perikanan. Ikan yang selama ini dijual dalam bentuk segar dapat diolah menjadi berbagai produk pangan sehingga memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Baca Juga: Guru Besar IPB Ungkap Cara Tekan Biaya MBG hingga Rp7 Ribu per Porsi Tanpa Korbankan Gizi Anak
“Berbicara tentang Forikan bukan hanya berbicara tentang produk kelautan dan perikanan, tetapi bagaimana ikan semakin dekat dengan keluarga, semakin dikenal dan disukai masyarakat, serta menjadi bagian dari pola konsumsi pangan yang sehat dan bergizi,” ujarnya.
Menurut Erlina, hilirisasi juga dapat memperkuat UMKM, menciptakan peluang usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat pesisir.
Hal tersebut sejalan dengan tema Pekan Produk Kelautan dan Perikanan 2026, yakni “Hilirisasi Sektor Kelautan dan Perikanan Menuju Kemandirian Pangan dan Ekonomi Berkelanjutan.”
“Melalui hilirisasi, potensi kelautan dan perikanan tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan peluang ekonomi bagi masyarakat,” katanya.
Erlina mengatakan edukasi dan pemberdayaan masyarakat akan menjadi bagian dari program yang dikembangkan bersama PKK. Ke depan, kegiatan tersebut akan menyasar 14 kabupaten/kota di Kalbar, termasuk edukasi mengenai pemanfaatan pekarangan dan budidaya ikan.
Ia berharap mahasiswa Polnep dapat dilibatkan dalam program tersebut sehingga edukasi yang dilakukan tidak berhenti pada kegiatan diskusi, tetapi dapat diterapkan langsung di tengah masyarakat.
Erlina mengajak seluruh pihak memperkuat gerakan Gemarikan sekaligus mendukung pengembangan produk perikanan lokal Kalbar.
“Dari laut kita jaga sumber pangannya, dari ikan kita hadirkan gizinya, dari hilirisasi kita tingkatkan nilai tambahnya, dan dari keluarga yang sehat kita bangun generasi Kalbar yang unggul,” pungkasnya. (mse)
Editor : Hanif