PONTIANAK POST - Open Turnamen MABT Indonesia X PLBSI Independent Cup V resmi dibuka di Gaia Bumi Raya City Mall, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (15/8).
Kejuaraan barongsai yang berlangsung selama tiga hari, 15–17 Agustus 2026, tersebut diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta kontingen dari Malaysia.
Pembukaan turnamen dilakukan Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum MABT Indonesia Suyanto Tanjung, Ketua Panitia Independent Cup V Hamdan, Bupati Kubu Raya Sujiwo, Ketua DPRD Kubu Raya Johan Saimima, serta para peserta dan tamu undangan.
Ketua Panitia Independent Cup V Hamdan mengatakan, pelaksanaan tahun ini merupakan penyelenggaraan yang kelima. Menurutnya, Independent Cup bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan dan regenerasi atlet barongsai.
“Ini Independent Cup yang kelima. Kami mengundang peserta dari Malaysia dan juga menghadirkan permainan tonggak,” ujar Hamdan.
Ia berharap ajang tersebut dapat melahirkan atlet-atlet muda sekaligus menjadi sarana regenerasi untuk menjaga keberlangsungan barongsai di masa mendatang.
“Harapannya menjadi wadah kaderisasi dan regenerasi untuk menuju Indonesia maju,” katanya.
Baca Juga: Tiket Pesawat Domestik di Kalbar Lebih Mahal dari Luar Negeri, MABT Desak Pemerintah Turun Tangan
Tahun ini, Independent Cup V diikuti 26 peserta barongsai dan delapan peserta naga. Peserta berasal dari sejumlah daerah di Indonesia dan Malaysia. Panitia juga menghadirkan juri dari Malaysia untuk menilai jalannya pertandingan.
Hamdan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut. Ia menilai keberhasilan pelaksanaan Independent Cup tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.
“Acara ini berkat kerja sama antarpihak, termasuk Kabupaten Kubu Raya. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih baik dan semakin seru,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Umum MABT Indonesia Suyanto Tanjung mengapresiasi panitia yang telah konsisten menyelenggarakan Independent Cup. Ia menilai kegiatan tersebut perlu terus dipertahankan sebagai agenda tahunan.
Suyanto berharap pada penyelenggaraan berikutnya semakin banyak kontingen dari berbagai daerah di Indonesia yang ikut ambil bagian.
“Kami mengapresiasi panitia. Event ini wajib kita lestarikan. Ke depan mudah-mudahan dapat menghadirkan lebih banyak kontingen dari berbagai daerah. Setiap tahun kita selenggarakan,” ujarnya.
Baca Juga: OSO Lantik Pengurus MABT Indonesia, Tegaskan Peran Budaya Tionghoa dalam Kebinekaan Nasional
Ia menegaskan, Independent Cup tidak semata-mata mengejar kemenangan. Menurutnya, nilai utama dari kegiatan tersebut adalah kebersamaan dan persaudaraan.
“Independent Cup bukan soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Yang penting adalah kebersamaan,” kata Suyanto.
Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan, pelaksanaan Independent Cup telah menunjukkan perkembangan yang positif sejak pertama kali digelar. Memasuki penyelenggaraan kelima, jumlah dan asal peserta semakin beragam.
Tahun ini, peserta dari Selangor dan Johor, Malaysia, turut berkompetisi. Sementara dari Indonesia, peserta berasal dari Bangka Belitung, Jakarta, serta sejumlah daerah di Kalimantan Barat, yakni Ketapang, Pontianak dan Kubu Raya.
Baca Juga: Perkuat Hubungan Serumpun, Pemkab Kubu Raya dan Delegasi Malaysia Gelar Program Khitanan Nusantara
“Independent Cup ini sudah memasuki yang kelima. Grafiknya bagus, ada peningkatan peserta dari Selangor dan Johor, Malaysia. Dari Indonesia juga ada Bangka Belitung, Jakarta, serta dari Kalimantan Barat seperti Ketapang, Pontianak dan Kubu Raya,” ujar Sujiwo.
Ia mengajak seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti pertandingan. “Selamat berkompetisi dan junjung tinggi sportivitas,” katanya.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dalam sambutannya mengatakan, barongsai tidak hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga memiliki nilai budaya yang harus terus dilestarikan.
Menurutnya, barongsai merupakan warisan budaya yang telah dikenal dan diwariskan secara turun-temurun. Karena itu, keberadaannya harus dijaga agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman.
“Olahraga barongsai merupakan budaya yang harus kita lestarikan. Warisan yang kita kenal turun-temurun ini harus kita jaga, jangan sampai punah,” ujar Ria Norsan.
Ria Norsan juga mengapresiasi penyelenggaraan Independent Cup V yang melibatkan peserta dari berbagai daerah dan negara. Menurutnya, kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana mempererat hubungan dan persaudaraan.
Baca Juga: Dua Bulan Kekeringan, Distribusi Air Bersih Jangkau 208 Warga di Kubu Raya
Ia berharap seluruh rangkaian pertandingan berlangsung aman, lancar dan sukses. “Saya mengapresiasi kegiatan Independent Cup yang kelima. Selamat bertanding, mari kita rajut persaudaraan. Semoga kegiatan ini sukses dan berjalan lancar,” katanya.
Independent Cup V MABT Indonesia X PLBSI menjadi momentum bagi para atlet dan pegiat barongsai untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat silaturahmi. Kehadiran peserta dari berbagai daerah di Indonesia dan Malaysia juga menunjukkan semakin luasnya minat terhadap olahraga dan seni budaya barongsai.
"Selain mengejar prestasi, turnamen ini diharapkan mampu memperkuat pembinaan dan regenerasi atlet, sehingga barongsai tetap berkembang dan menjadi bagian dari kekayaan budaya yang terus dikenal oleh generasi muda," pungkasnya. (wan)
Editor : Miftahul Khair