PONTIANAK POST - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan saat ini pengerjaan mega proyek Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) sudah mulai dijalankan. Selain sosialisasi kepada masyarakat tentang SPALD-T, di beberapa titik pekerjaan konstruksinya sudah mulai dilakukan.
“Pengerjaan SPALD-T sudah dimulai pada beberapa titik. Kontrak kerja sudah berjalan. Karena ini pekerjaan besar, kita juga sambil melakukan sosialisasi dengan masyarakat untuk memberi pemahaman masyarakat apa itu SPALD-T. Sebab ketika ini sudah mulai dilaksanakan, kondisi pekerjaan di lapangan akan mengganggu aktivitas lalu lintas,” ujarnya Senin (17/8).
Dalam upaya perwujudan SPALD-T memang tidak mudah. Pekerjaannya ini memakan waktu lima tahun. Sehingga pengerjaannya bertahap dan melibatkan banyak pihak karena pekerjaannya rumit dan kompleks.
Baca Juga: Pemkot Pontianak Kebut Proyek SPALD-T untuk Wujudkan Revolusi Sanitasi Kota
Untuk alokasi anggarannya mencapai 1,7 triliun. Anggaran dari APBN dengan leading sektor Balai Besar Perumahan dan Permukiman Kementerian PU. Dari total anggaran ini pekerjaannya akan terbagi-bagi, mulai dari penggalian, pemasangan pipa hingga koordinasi dengan masyarakat dan stakeholder terkait.
Terpisah Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin memandang, pengerjaan SPALD-T ini proyek multiyears. Untuk merealisasikannya juga tidak bisa selesai di tahun ini. Biayanya juga tidak sedikit. Namun jika sudah jadi, akan banyak manfaat terutama untuk mengentaskan persoalan pengelolaan limbah air yang semakin kesini semakin banyak persoalannya.
Ke depan persoalan tata kelola limbah bakalan menjadi tantangan. Untuk pengentasannya, mulai dari sekarang sudah harus dilakukan penataan. Termasuk persoalan sistem air limbah ini.
Menurut Satar, pengelolaan limbah harus dilakukan. Sebab jika dibiarkan dan dibuang langsung ke parit dan sungai, justru akan membuat air di Kota Pontianak tercemar. Jika sudah begitu, akan terus menurunkan kualitas air baik di parit dan Sungai Kapuas.
Baca Juga: Pemkot Pontianak Kebut Proyek SPALD-T untuk Wujudkan Revolusi Sanitasi Kota
Apabila pencemarannya masuk ke level berbahaya, habitat air juga tidak lagi mampu hidup di sana. Namun jika SPALD-T jadi, maka pengelolaan air limbah dapat dilakukan di sana.
Saat ini, dimintanya sosialisasi terhadap program ini harus terus digaungkan kepada masyarakat. Tujuannya agar masyarakat teredukasi dan paham tentang cara kerja SPALD-T.(iza)
Editor : Hanif