PONTIANAK POST – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mengukir sejarah baru dalam pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN). Untuk pertama kalinya, Kalbar menjadi daerah penyelenggara Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II.
PKN Tingkat II resmi dibuka Gubernur Kalbar Ria Norsan bersamaan dengan peluncuran Kalbar Corporate University (Corpu) bertajuk Transformasi Pengembangan Kompetensi ASN di Aula Garuda Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (18/8). Kegiatan itu dihadiri Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Muhammad Taufiq dan Plt Kepala BPSDM Kemendagri Andi Ony Prihartono.
Norsan mengatakan, selama ini ASN Kalbar harus mengikuti PKN Tingkat II di luar daerah. Kini, Kalbar dapat menyelenggarakannya sendiri dengan peserta dari pemerintah provinsi dan 14 kabupaten/kota. “Alhamdulillah, kita sudah lama menantikan supaya Kalbar bisa mengadakan PKN II. Biasanya kita ikut di luar daerah. Untuk pertama kali ini Kalbar bisa mengadakan PKN II,” kata Norsan.
Baca Juga: BPSDM Kemenkum Buka PKN Tingkat II dan PKA 2026, Cetak Pemimpin Adaptif Hadapi Era Digital
Ia berharap ke depan Kalbar dapat menjadi tujuan pelatihan bagi ASN dari berbagai provinsi. Namun, ia menegaskan PKN tidak boleh hanya berorientasi pada pengetahuan dan sertifikat. “Penekanan pesan saya untuk peserta PKN II adalah perubahan. Ilmu yang didapatkan harus bisa diimplementasikan dalam menjalankan tugas sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Norsan, seorang pemimpin harus mampu menghadirkan inovasi dan meninggalkan perubahan positif. Kepala perangkat daerah, katanya, tidak boleh sekadar menjalankan rutinitas. “Sebagai leader harus ada perubahan yang dibuat. Jangan hanya monoton. Ini investasi untuk kemajuan daerah,” tegasnya.
Norsan juga mengapresiasi Kepala BPSDM Kalbar Windy Prihastari atas berbagai terobosan pengembangan kompetensi ASN, termasuk keberhasilan menjadikan Kalbar sebagai penyelenggara PKN Tingkat II. “Sudah ada berapa banyak yang menjabat sebagai Kepala BPSDM Kalbar, ini baru bisa mencapai PKN II. Terima kasih Ibu Windy, saya sangat mengapresiasi,” katanya.
Ia menilai penyelenggaraan PKN Tingkat II juga dapat memberi dampak ekonomi karena peserta dari luar daerah berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi di Kalbar. Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan mengatakan status tersebut membuka peluang bagi ASN dari berbagai daerah mengikuti PKN Tingkat II di Pontianak. “Seperti halnya dulu dari Kalbar harus ke Surabaya, sekarang sudah bisa di sini. Ke depan bisa saja peserta dari seluruh provinsi datang ke Kalbar,” katanya.
Baca Juga: Sinergi Kemenkum Kalbar dan Setjen RI: Bekali ASN Hak Jaminan Sosial TASPEN dan BPJS Kesehatan
Kepala LAN RI Muhammad Taufiq mengapresiasi langkah Pemprov Kalbar yang menyelenggarakan PKN Tingkat II sekaligus meluncurkan Kalbar Corporate University. Menurutnya, langkah itu menjadi terobosan penting, terutama di tengah efisiensi anggaran. Ia menilai tema PKN Tingkat II tentang kepemimpinan adaptif dalam membangun resiliensi tata kelola keuangan daerah relevan dengan tantangan pemerintahan saat ini.
“Kami sangat mengapresiasi Kalbar atas terobosannya. Hari ini tercatat sebagai reformasi birokrasi terbaik di Kalimantan, serta mendapatkan penghargaan creative financing di tengah efisiensi. Ini menginspirasi pemimpin-pemimpin ASN lainnya,” katanya.
Taufiq menjelaskan, konsep Corporate University menempatkan tempat kerja sebagai ruang utama pembelajaran. Karena itu, pimpinan perangkat daerah memiliki peran penting membangun budaya belajar dan memastikan hasil pembelajaran diterapkan dalam pekerjaan.
“Pimpinan perangkat daerah memiliki tanggung jawab untuk menggerakkan ASN-nya belajar. Ini merupakan gerakan besar untuk mentransformasi birokrasi Kalbar menjadi lebih inovatif dan mendorong kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Kepala BPSDM Kemendagri Andi Ony Prihartono berharap Corporate University mengubah pola pengembangan kompetensi ASN agar tidak sekadar mengejar sertifikat, tetapi menghasilkan dampak nyata bagi pemerintah daerah dan pelayanan publik.
Di tempat yang sama, Kepala BPSDM Kalbar Windy Prihastari mengatakan penyelenggaraan PKN Tingkat II dan peluncuran Kalbar Corporate University menjadi tonggak baru pengembangan kompetensi ASN di Kalbar.
Baca Juga: Tiga Inovasi Kepala BPSDM Kalbar Windy Prihastari Kembali Kantongi Sertifikat HAKI
Menurutnya, PKN Tingkat II ke depan terbuka bagi peserta dari berbagai provinsi. Sementara Kalbar Corporate University dibangun untuk menciptakan budaya organisasi yang terus belajar melalui pelatihan, pengalaman kerja, pembelajaran daring, diskusi, dan pembelajaran di tempat kerja.
“Ini menjawab kebutuhan organisasi agar pembelajaran benar-benar berdampak bagi masyarakat. Ke depan ASN diharapkan lebih inovatif, lebih adaptif, dan lebih berdampak,” katanya.
PKN Tingkat II angkatan perdana di Kalbar berlangsung mulai Selasa (18/8) hingga Desember mendatang melalui metode klasikal dan nonklasikal. Tahun ini, BPSDM Kalbar membuka kuota minimal 35 peserta. Pada 2027, kuota direncanakan meningkat menjadi 70 peserta dan dibuka lebih luas secara nasional. “Ini salah satu inovasi agar kita tetap bisa mengembangkan kompetensi ASN untuk memberikan pelayanan publik yang baik meski dalam keterbatasan anggaran,” pungkas Windy. (bar)
Editor : Hanif