Prabowo Pimpin Langsung Operasi Karhutla Kalbar, Ini Langkah Darurat Presiden

Miftahul Khair • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:08 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Antara/YouTube/Aditya R)
Presiden Prabowo Subianto. (Antara/YouTube/Aditya R)

PONTIANAK POST - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendarat di Bandara Internasional Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 10.50 WIB. Kunjungan kerja ini dilakukan untuk memimpin secara langsung operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.

Setibanya di lokasi, Presiden Prabowo beserta rombongan terbatas langsung menuju Lanud Supadio untuk melakukan patroli udara menggunakan helikopter. Pemantauan dari udara ini bertujuan untuk memetakan sebaran titik api (hotspot) serta meninjau wilayah yang mengalami dampak kebakaran terparah.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kehadiran Kepala Negara di lapangan merupakan wujud tindak lanjut atas instruksi Presiden sehari sebelumnya kepada jajaran TNI dan Polri untuk mempercepat penanggulangan karhutla di Pulau Kalimantan.

Baca Juga: Tiba di Lanud Supadio, Prabowo Perintahkan Kapolri dan Panglima TNI Turun Tangani Karhutla Kalbar

Dalam pengarahannya, Presiden Prabowo menginstruksikan para pimpinan TNI dan Polri untuk terjun langsung ke daerah terdampak serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat lokal. Secara khusus untuk wilayah Kalimantan Barat, Panglima TNI dan Kapolri ditugaskan memimpin operasi gabungan bersama Pemprov Kalbar agar tindakan pemadaman berjalan cepat dan terukur.

Luas Karhutla Tembus 38 Ribu Hektare

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat, akumulasi luas karhutla di provinsi tersebut sepanjang Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai 38.310,86 hektare.

Koordinator Harian Pusdalops BPBD Kalbar, Daniel, memaparkan bahwa Kabupaten Ketapang menjadi daerah dengan area kebakaran terluas yaitu mencapai 12.443 hektare. Posisi berikutnya disusul oleh Kabupaten Kubu Raya seluas 8.614 hektare, Kabupaten Mempawah 6.144 hektare, dan Kabupaten Sambas seluas 2.318 hektare.

Daniel menjelaskan, tingginya tingkat kesulitan pemadaman disebabkan oleh dominasi lahan gambut di area terdampak. Karakteristik lahan gambut membuat kobaran api sanggup bertahan dan menyebar di bawah permukaan tanah, sehingga memicu kemunculan kabut asap pekat di sekitarnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Terbang ke Kalimantan Hari Ini, Panglima TNI dan Kapolri Tangani Karhutla di Kalbar

Sinergi Operasi Darat, Water Bombing, dan Modifikasi Cuaca

Menanggapi situasi kritis tersebut, Pemprov Kalbar telah menetapkan status Siaga Darurat Bencana Asap. Penanganan di lapangan terus diperkuat melalui apel kesiapsiagaan, patroli darat terpadu, serta pengerahan personel gabungan yang melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni, Brigade Karhutla UPT KPH, pihak perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Desa Tangguh Bencana.

Dukungan dari pemerintah pusat melalui BNPB juga disalurkan lewat pengerahan armada helikopter patroli, helikopter water bombing, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah berjalan sejak April 2026. Pelaksanaan rekayasa cuaca tersebut terus dioptimalkan dengan menyesuaikan kondisi atmosfer dan ketersediaan awan potensi semai di kawasan udara Kalimantan Barat. (*)

Editor : Miftahul Khair
karhutla kalbar BPBD KALBAR titik api Presiden Prabowo