PONTIANAK POST – Sebanyak 1.066 mahasiswa baru UWDP atau Universitas Widya Dharma Pontianak memulai perjalanan pendidikan tinggi tahun akademik 2026/2027 dengan pesan agar ilmu yang diperoleh di kampus menjadi bekal menghadapi kehidupan dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Para mahasiswa baru dari berbagai program studi itu mengikuti penyambutan mahasiswa baru di Hall Fransiskus Asisi, Pontianak, Minggu (23/8/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Non scholae sed vitae discimus”, yang berarti “kita belajar bukan untuk sekolah, melainkan untuk kehidupan”.
UWDP Tinggalkan Ospek Sejak 2002
Ketua Yayasan Widya Dharma Pontianak Polycarpus Widjaja Tandra mengatakan UWDP tidak lagi menyelenggarakan orientasi mahasiswa baru yang bersifat ospek sejak 2002.
Sebagai gantinya, kampus memilih konsep penyambutan mahasiswa baru yang menitikberatkan pada pengenalan lingkungan akademik dan pembentukan karakter.
“Sejak tahun 2002, Kampus Widya Dharma tidak mengadakan ospek. Yang kami lakukan adalah penyambutan mahasiswa baru,” ujar Polycarpus.
Menurut dia, mahasiswa tidak cukup hanya mendapatkan transformasi ilmu pengetahuan selama menjalani perkuliahan. Mereka juga perlu bertumbuh sebagai pribadi yang memiliki cita-cita, dedikasi, integritas, dan tanggung jawab sosial.
Pendidikan Tak Berhenti di Ruang Kuliah
Polycarpus berharap kehidupan mahasiswa di UWDP tidak hanya diisi dengan aktivitas akademik. Mahasiswa juga diharapkan memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitarnya.
Pesan tersebut sejalan dengan tema penyambutan mahasiswa baru yang menempatkan pendidikan sebagai proses mempersiapkan diri menghadapi kehidupan.
“Selain menerima transformasi ilmu pengetahuan di kampus, kami berharap mahasiswa baru dapat bertumbuh menjadi mahasiswa yang baik, memiliki cita-cita, dedikasi, serta rasa tanggung jawab sosial,” katanya.
Wali Kota: Belajar dengan Baik dan Beriman
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono juga memberikan pesan kepada mahasiswa baru agar menjalani pendidikan dengan sungguh-sungguh.
Edi mendorong mahasiswa membangun kompetensi sekaligus landasan iman sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan. Menurutnya, mahasiswa hari ini merupakan bagian dari generasi yang akan menentukan perjalanan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
“Belajarlah dengan baik, belajar dengan iman, karena kita menyambut Indonesia Emas 2045,” pesan Edi.
Dari 14 Kabupaten dan Kota di Kalbar
Sebanyak 1.066 mahasiswa baru UWDP berasal dari berbagai daerah. Mereka datang dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat.
Keberagaman tersebut mempertemukan mahasiswa dengan latar belakang, pengalaman, dan lingkungan sosial yang berbeda. Kampus menjadi ruang bagi mereka untuk belajar sekaligus membangun jejaring dan pengalaman baru.
Mahasiswa Diminta Peduli Lingkungan
Edi juga mengingatkan mahasiswa agar tidak mengabaikan persoalan lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut dia, kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.
Pesan itu memperluas makna pendidikan yang disampaikan dalam penyambutan mahasiswa baru. Kompetensi akademik diharapkan berjalan bersama karakter dan kepedulian sosial.
Kuliah Menjadi Awal Perjalanan, Bukan Akhir
Penyambutan 1.066 mahasiswa baru tersebut menjadi langkah awal perjalanan akademik mereka di UWDP. Tantangan selama menjalani perkuliahan diharapkan dihadapi dengan semangat belajar, kedisiplinan, integritas, dan tanggung jawab.
Pendidikan tinggi bukan sekadar proses memperoleh ijazah. Bagi mahasiswa baru UWDP, masa kuliah juga menjadi kesempatan untuk membangun kemampuan, karakter, dan kepedulian yang akan dibawa setelah meninggalkan kampus.
“Pendidikan di perguruan tinggi bukan merupakan titik akhir, melainkan awal dari perjuangan untuk mewujudkan cita-cita,” pungkasnya. *
Editor : Aristono Edi Kiswantoro