PONTIANAK POST — Pemerintah pusat memperkuat penanganan karhutla Kalbar dengan menugaskan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberi perhatian langsung terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah ini.
Keduanya tiba di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8), mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau kondisi karhutla. Pembagian tugas itu menjadi bagian dari penguatan perhatian pemerintah terhadap empat provinsi utama di Kalimantan yang menghadapi peningkatan risiko kebakaran.
Untuk Kalimantan Tengah, perhatian penanganan diberikan kepada KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama Wakapolri. Kalimantan Selatan ditangani KSAL bersama Asisten Utama Operasi Polri, sedangkan Kalimantan Timur menjadi wilayah perhatian Wakil Panglima TNI bersama Komandan Korps Brimob Polri.
Pembagian Atensi untuk Percepat Penanganan
Pembagian wilayah tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, kementerian, BNPB, pemerintah daerah, dan instansi teknis. Tujuannya mempercepat koordinasi serta pengerahan sumber daya untuk mencegah kebakaran meluas.
Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan kehadiran Panglima TNI dan Kapolri memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi karhutla.
“Kedatangan kedua pimpinan lembaga tersebut merupakan bagian dari rangkaian persiapan kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto untuk meninjau langsung kondisi dan penanganan karhutla di Kalimantan Barat,” kata Norsan di Sungai Raya, Sabtu.
Menurut dia, penanganan harus dilakukan cepat karena api pada lahan gambut dapat bertahan di bawah permukaan. Bara bahkan berpotensi kembali memunculkan api meski kebakaran di permukaan terlihat telah padam.
“Yang paling utama adalah bagaimana kita bersama-sama melakukan pencegahan dan penanganan karhutla secara cepat dan terpadu. Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri terus berkoordinasi untuk memastikan kondisi di lapangan dapat ditangani dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Presiden Turun Langsung ke Lokasi Karhutla
Presiden Prabowo sebelumnya memimpin rapat penanganan karhutla bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di Kalimantan Barat. Setelah itu, Prabowo meninjau langsung lokasi sisa kebakaran di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
Presiden melihat kondisi kawasan terdampak dan berdialog dengan petugas yang melakukan pemadaman. Ia didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI, Kapolri, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dalam rapat, Prabowo meminta kondisi karhutla dipetakan secara nyata sebagai dasar penanganan. Pemerintah juga menekankan pentingnya pencegahan dan penerapan aturan secara tegas.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pembagian perhatian pimpinan TNI dan Polri dimaksudkan untuk mempercepat koordinasi.
“Jadi memang kita bagi tugas untuk atensi Kalimantan Barat, Tengah dan seterusnya. Memang kita atur seperti itu,” kata Prasetyo.
Ia menegaskan pembagian wilayah tersebut bukan berarti pemerintah mengabaikan daerah lain.
“Jangan juga diartikan tidak bertanggung jawab dengan daerah yang lain. Ini hanya membagi atensi supaya ada percepatan,” ujarnya.
Kalbar Siapkan 1.000 Personel
Penguatan komando diikuti penambahan personel dan peralatan di Kalimantan Barat. Pemprov Kalbar menyiapkan sekitar 1.000 personel untuk wilayah prioritas, termasuk Kubu Raya, Ketapang, dan Kayong Utara.
Ketapang menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian karena area terdampak kebakaran disebut telah melampaui 12 ribu hektare.
Kalbar juga mendapat tambahan 12 armada water bombing serta dukungan pesawat untuk operasi modifikasi cuaca (OMC). Pemadaman dari udara menjadi salah satu upaya penting karena karakter lahan gambut menyulitkan pemadaman secara konvensional.
“Begitu ditembak pakai air, asapnya naik. Kelihatan kelompok kebakarannya kecil, tetapi begitu kena air, asapnya langsung naik,” kata Norsan.
Kementerian Pekerjaan Umum membantu pengeboran sumur hingga sekitar 68 meter untuk menyediakan sumber air. Kementerian Kehutanan juga mengerahkan personel Manggala Agni melalui skema bantuan kendali operasi.
Pemerintah turut menambah pompa, mesin bor air, APD, dan peralatan pemadaman lainnya.
12.880 Personel Dikerahkan Secara Nasional
Secara nasional, pemerintah mengerahkan 12.880 personel untuk pemadaman karhutla, operasi modifikasi cuaca, dan pemantauan kualitas udara.
BNPB juga menyiagakan 30 helikopter untuk mendukung water bombing dan patroli udara di Kalimantan.
Penguatan operasi juga dibarengi langkah pencegahan dan penegakan hukum terhadap pembukaan lahan dengan cara membakar.
Norsan menegaskan penindakan berlaku bagi semua pihak. Pemerintah tidak hanya menyasar masyarakat atau petani, tetapi juga korporasi jika terbukti melakukan pembakaran.
“Ini tidak hanya masyarakat atau petani. Seluruhnya, termasuk korporasi dan perusahaan. Kalau perusahaan terbukti melakukan pembakaran, tetap kita kenakan sanksi dan kita tindak,” tegasnya.
Pemprov Kalbar akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, termasuk Polda Kalbar, untuk memproses dugaan pelanggaran.
Api Gambut dan Ancaman yang Tidak Selalu Terlihat
Tantangan terbesar pemadaman berada pada karakter api gambut. Permukaan yang terlihat telah padam belum tentu berarti kebakaran benar-benar berakhir.
Bara dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali menyala ketika kondisi lahan semakin kering. Karena itu, pemadaman membutuhkan air dalam jumlah besar serta upaya membasahi kembali gambut hingga ke lapisan yang masih menyimpan panas.
Bagi masyarakat di sekitar kawasan terdampak, keberhasilan operasi bukan sekadar soal jumlah helikopter atau personel yang dikerahkan. Pemadaman yang cepat menentukan seberapa jauh api dan asap akan memengaruhi udara yang mereka hirup setiap hari.
OMC Kembali Diintensifkan
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan peningkatan karhutla terutama terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Minimnya curah hujan memperbesar risiko kebakaran sekaligus memperpanjang keberadaan asap.
Menurut dia, hujan dibutuhkan untuk membantu membasahi kembali lahan, terutama kawasan gambut yang masih menyimpan bara.
BNPB bersama BMKG kembali mengintensifkan operasi modifikasi cuaca pada Minggu (23/8). Penyemaian awan dilakukan menggunakan bahan semai sesuai kondisi awan yang tersedia.
“OMC menjadi salah satu prioritas kita. Hari ini sudah bisa kembali dilaksanakan secara intensif berdasarkan kondisi awan yang tersedia. Kita berharap hujan dapat segera turun di wilayah-wilayah yang membutuhkan sehingga membantu proses pemadaman di lapangan,” kata Suharyanto.
Pemerintah juga menyiapkan hingga 100 mobil tangki air per provinsi sesuai kebutuhan. Pompa air bertekanan tinggi turut disiapkan untuk memperkuat pemadaman dari darat.
Empat Provinsi, Empat Pasangan Komando
Penguatan atensi pemerintah membagi fokus penanganan karhutla di empat provinsi Kalimantan:
- Kalimantan Barat: Panglima TNI dan Kapolri.
- Kalimantan Tengah: KSAD dan Wakapolri.
- Kalimantan Selatan: KSAL dan Astamaops Polri.
- Kalimantan Timur: Wakil Panglima TNI dan Dankor Brimob Polri.
Pembagian tersebut diharapkan mempercepat pengambilan keputusan dan pengerahan sumber daya. Namun, tantangan di lapangan tetap berada pada satu tujuan utama: mencegah api terus meluas sebelum masyarakat kembali harus menanggung dampak kabut asap.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro