300 Personel Brimob Dikerahkan ke Delapan Daerah Rawan Karhutla di Kalbar

Idil Aqsa Akbary • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:37 WIB
TINJAU: Kapolda Kalbar, Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar meninjau personel serta sarana dan prasarana BKO Brimob untuk penanganan karhutla di Mako Satbrimobda Polda Kalbar, Selasa (25/8). (IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST)
TINJAU: Kapolda Kalbar, Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar meninjau personel serta sarana dan prasarana BKO Brimob untuk penanganan karhutla di Mako Satbrimobda Polda Kalbar, Selasa (25/8). (IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST)

 

PONTIANAK POST – Polda Kalimantan Barat mendapat tambahan 300 personel Brimob untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Satgas Aman Nusa II. Pasukan tersebut akan dikerahkan ke delapan kabupaten yang dinilai memiliki potensi karhutla cukup besar.

Empat daerah menjadi perhatian khusus, yakni Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, dan Melawi. Penguatan personel diharapkan tidak hanya mempercepat pemadaman, tetapi juga mencegah kebakaran meluas dan meningkatkan edukasi kepada masyarakat.

Brimob Disebar ke Delapan Kabupaten

Penerimaan pasukan Bawah Kendali Operasi (BKO) Brimob berlangsung di Mako Satbrimobda Polda Kalbar, Jalan Adisucipto, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (25/8/2026) pagi.

Apel penerimaan dipimpin Kapolda Kalbar Irjen Pol Alberd Teddy Benhard Sianipar. Setelah apel, personel akan dideployment ke delapan kabupaten yang telah ditentukan.

Wilayah tersebut meliputi Ketapang, Kubu Raya, Melawi, Sambas, Sanggau, Bengkayang, Mempawah, dan Kayong Utara.

“Pagi ini kegiatan upacara penerimaan pasukan BKO Brigade Mobil (Brimob) yang terlibat dalam kegiatan Satgas Aman Nusa II penanganan karhutla di wilayah Kalbar,” kata Alberd.

Empat Wilayah Jadi Prioritas

Dari delapan kabupaten tersebut, kondisi karhutla di Ketapang, Kayong Utara, Kubu Raya, dan Melawi mendapat perhatian khusus. Polda Kalbar menilai kondisi di empat wilayah itu cukup parah sehingga membutuhkan penguatan penanganan.

Sementara Sambas, Sanggau, Bengkayang, dan Mempawah juga menjadi perhatian, terutama untuk mengantisipasi potensi kebakaran di wilayah tengah dan kawasan perbatasan negara.

2.298 Personel Sudah Disiapkan Polda Kalbar

Tambahan Brimob tersebut melengkapi kekuatan yang sebelumnya telah disiapkan Polda Kalbar. Alberd menyebut jajaran Polda Kalbar telah mengerahkan 2.298 personel untuk penanganan karhutla.

Selain 300 personel Brimob, terdapat delapan personel tambahan yang akan mendukung kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.

“Bapak Kapolri sudah mengirimkan 300 personel Brimob untuk mem-backup jajaran Polda Kalbar dalam menggelar penanganan karhutla di seluruh wilayah Kalbar ke depan,” ujar Alberd.

Bukan Hanya Memadamkan Api

Penguatan personel tidak hanya diarahkan untuk menghadapi kebakaran yang sudah terjadi. Polda Kalbar juga menyiapkan langkah pencegahan melalui sosialisasi langsung kepada masyarakat.

Delapan personel tambahan akan mendukung kegiatan sosialisasi, termasuk pendekatan door to door. Edukasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan karhutla.

Langkah pencegahan menjadi penting karena dampak karhutla tidak berhenti di lokasi kebakaran. Asap dapat mengganggu kesehatan, aktivitas pendidikan, transportasi, dan kehidupan masyarakat di wilayah terdampak.

Pasukan BKO Berasal dari Dua Polda

Personel BKO yang diterima Polda Kalbar berasal dari Polda Kalimantan Timur dan Polda Bali. Mereka akan memperkuat jajaran yang sudah berada di lapangan.

Kapolda menyebut pengiriman personel beserta sarana dan prasarana merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap penanganan karhutla di Kalbar.

Menurut Alberd, penguatan tersebut juga merupakan respons terhadap perhatian Presiden Prabowo Subianto dan perintah Kapolri untuk memperkuat penanganan karhutla.

Penguatan untuk Menekan Dampak Karhutla

Dengan tambahan personel, Polda Kalbar berharap penanganan di wilayah prioritas dapat dilakukan lebih optimal. Kekuatan tersebut juga diharapkan memperkuat pencegahan agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.

Di tengah ancaman karhutla, kehadiran personel di lapangan bukan hanya soal jumlah pasukan. Efektivitasnya akan ditentukan oleh kecepatan menemukan titik api, kesiapan sarana pemadaman, koordinasi lintas instansi, serta kemampuan mencegah kebakaran sejak awal.

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
personel Brimob karhutla Kalbar Satgas Aman Nusa II polda kalbar karhutla kalbar Daerah Rawan Karhutla