Masyarakat Rindu Hujan, MUI Kalbar Ajak Salat Istisqa

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:09 WIB
Masjid Raya Mujahidin. foto Shando Safela
Masjid Raya Mujahidin. (DOK. PONTIANAK POST)

 

PONTIANAK POST – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Barat bersama sejumlah lembaga keislaman mengajak umat Islam melaksanakan salat istisqa untuk memohon hujan di tengah kemarau panjang dan memburuknya kualitas udara akibat karhutla.

Salat istisqa akan digelar Sabtu (29/8) pukul 07.00 WIB di Lapangan Masjid Raya Mujahidin Pontianak. MUI juga mengimbau masyarakat, lembaga pendidikan, pondok pesantren, serta MUI kabupaten/kota yang tidak dapat hadir untuk menggelarnya di wilayah masing-masing.

Imbauan bersama itu ditandatangani MUI Kalbar, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar, Kanwil Kementerian Agama Kalbar, Rektor IAIN Pontianak, dan Imam Besar Masjid Raya Mujahidin, Senin (24/8).

Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi cuaca kering, penurunan kualitas udara, serta meningkatnya titik panas dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar.

Dalam imbauannya, MUI mengajak umat tidak hanya melaksanakan salat istisqa, tetapi juga memperbanyak istighfar dan bertobat, meminta maaf, serta menghentikan tindakan yang merusak lingkungan, termasuk pembakaran lahan secara liar.

Umat juga dianjurkan berpuasa sunnah tiga hari berturut-turut menjelang pelaksanaan salat istisqa, memperbanyak sedekah, mempererat silaturahmi, dan menyelesaikan perselisihan.

Pada pelaksanaan salat, jemaah dianjurkan mengenakan pakaian sederhana, hadir dengan sikap tawadhu, serta mengajak keluarga dan anak-anak.

Imbauan tersebut merujuk pada Al-Qur'an Surah Nuh ayat 10–12 serta hadis Nabi Muhammad SAW tentang pelaksanaan salat istisqa ketika terjadi kekeringan.

MUI berharap ikhtiar tersebut menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi kemarau dan krisis asap yang sedang melanda Kalimantan Barat. (ars)

 

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Kemarau Kalbar salat istisqa Kalbar mui kalbar karhutla kalbar kabut asap