Komisi V DPR RI Targetkan Satu Kabupaten Minimal Ada Satu Sekolah Rakyat di Kalbar

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:35 WIB
Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) memandu siswa mengikuti permainan membangun kekompakan saat Program Taruna Bhakti Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 53 Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (4/8/2026). (ANTARA/Jessica Wuysang)
Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) memandu siswa mengikuti permainan membangun kekompakan saat Program Taruna Bhakti Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 53 Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (4/8/2026). (ANTARA/Jessica Wuysang)

 

PONTIANAK POST – Anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kalimantan Barat berpeluang mendapat akses pendidikan gratis lebih luas. Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendorong agar setiap kabupaten/kota memiliki sedikitnya satu Sekolah Rakyat yang dibiayai negara.

Target tersebut disampaikan Lasarus saat meninjau Sekolah Rakyat di Kota Pontianak, Senin (24/8/2026). Menurut dia, keberadaan Sekolah Rakyat penting untuk memastikan keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang anak-anak mendapatkan pendidikan.

“Gratis, dibiayai oleh negara. Kita dukung program ini,” kata Lasarus.

Ia menilai program tersebut dapat menjadi salah satu jalan memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Karena itu, keberadaan Sekolah Rakyat dinilai tidak cukup hanya terkonsentrasi di daerah tertentu, tetapi perlu diperluas hingga kabupaten/kota.

“Kami akan berusaha supaya seluruh kabupaten-kota di Indonesia paling tidak satu kabupaten-kota ada satu Sekolah Rakyat. Itu target kita,” ujarnya.

Jangan Ada Anak Putus Akses Pendidikan

Bagi Lasarus, perluasan Sekolah Rakyat bukan sekadar menambah jumlah satuan pendidikan. Program tersebut menyangkut upaya negara memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan membangun masa depan melalui pendidikan.

Ia mengingatkan, persoalan ekonomi keluarga tidak boleh membuat anak terlambat memperoleh pendidikan.

“Jangan sampai kita terlambat menyekolahkan anak-anak yang tidak mampu ini supaya mereka bisa punya masa depan yang baik,” tegasnya.

Dorongan tersebut sekaligus menempatkan akses pendidikan bagi kelompok kurang mampu sebagai perhatian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Sekolah Rakyat diharapkan dapat menjadi ruang pendidikan yang memberi kesempatan kepada anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi untuk memperoleh pendidikan tanpa terbebani biaya.

Kalbar Jadi Bagian dari Perluasan

Kunjungan Lasarus ke Sekolah Rakyat di Pontianak menjadi bagian dari kunjungan spesifik Komisi V DPR RI untuk melihat pelaksanaan program tersebut di Kalimantan Barat.

Kehadiran Sekolah Rakyat di daerah menjadi penting mengingat akses pendidikan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sekolah, tetapi juga kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

Dengan target satu Sekolah Rakyat di setiap kabupaten/kota, pemerintah didorong memperluas jangkauan program sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan anak-anak di perkotaan, tetapi juga mereka yang berada di daerah dengan keterbatasan akses.

Lasarus menegaskan Komisi V DPR RI akan mendorong agar target tersebut dapat diwujudkan.

Jika terealisasi, setiap kabupaten/kota setidaknya memiliki satu sekolah yang secara khusus membuka akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Pada akhirnya, perluasan Sekolah Rakyat bukan hanya soal menambah bangunan sekolah. Lebih jauh, program ini menyangkut kesempatan seorang anak untuk tetap bersekolah, memperoleh bekal pengetahuan, dan memiliki pilihan masa depan meski lahir dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. *

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Target kalbar Lasarus komisi v dpr ri Sekolah Rakyat