PONTIANAK POST - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Barat menginisiasi dan memfasilitasi pertemuan diskusi strategis bertajuk "Membaca Potensi Karhutla, Memetakan Wilayah Beresiko, Kondisi Gambut hingga Membantu Prioritas Mitigasi Bencana melalui Sistem Informasi". Pertemuan ini berlangsung pada Rabu (26/8) di Ruang Pertemuan Lantai 2, Gedung Markas PMI Provinsi Kalbar.
Diskusi ini dihadiri berbagai pihak terkait, antara lain Balai Pengelola Ekosistem Gambut dan Mangrove Kementerian Lingkungan Hidup, Balai Wilayah Sungai Kalimantan 1 Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Bank Indonesia, serta Bank Kalbar.
Dalam pertemuan tersebut, Hajon Mahdy, menyerahkan aplikasi sistem informasi yang dikembangkannya secara gratis.
Baca Juga: Polda Kalbar Ungkap 7 Kasus Karhutla dalam Dua Hari, Total Capai 50 Kasus dan 636,4 Hektare
"Aplikasi ini dihibahkan khusus untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat. Melalui teknologi deteksi dini ini, diharapkan proses pencegahan dan kesiapsiagaan bencana di wilayah Kalbar dapat berjalan lebih maksimal dan terukur, " ujarnya.
PMI Provinsi Kalbar menyambut baik inovasi ini dan berharap seluruh instansi, lembaga, serta pihak-pihak terkait dapat memberikan dukungan penuh, terutama dalam penyediaan integrasi data.
Dukungan data yang akurat dari berbagai sektor sangat komprehensif agar aplikasi mitigasi bencana ini dapat dioperasikan secara optimal di lapangan.(iza)
Editor : Miftahul Khair