Perkuat Literasi Rupiah di Kalbar, BI Ingatkan Pentingnya Merawat Uang

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:22 WIB
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Barat, Christianus Lumano
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Barat, Christianus Lumano

PONTIANAK POST - Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat mendorong masyarakat semakin memahami pentingnya Rupiah, tidak hanya sebagai alat pembayaran, tetapi juga sebagai simbol kedaulatan negara. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kalimantan Barat Christianus Lumano mengatakan Pemprov Kalbar siap bersinergi dengan BI dalam memperkuat literasi finansial masyarakat.

Deputi Kepala Perwakilan BI Kalimantan Barat, Reinaldy Akbar Ariesha, mengatakan pemahaman masyarakat terhadap Rupiah perlu diikuti dengan kebiasaan menjaga dan memperlakukan uang secara baik agar tetap layak digunakan dalam transaksi.

Baca Juga: Bank Jangan Jadi Alat Represif, FWK Soroti Pembekuan Rekening Aktivis

Menurutnya, Rupiah memiliki fungsi sebagai satuan hitung, alat pembayaran, sekaligus alat penyimpan nilai. Karena itu, menjaga kondisi fisik uang menjadi bagian penting dalam memperpanjang masa edar Rupiah.

“Kita bisa merawat uang Rupiah dengan gerakan 5J: jangan dilipat, jangan dicoret, jangan diremas, jangan distapler, dan jangan dibasahi,” kata Reinaldy.

Reinaldy menjelaskan, kondisi fisik Rupiah yang terjaga akan membuat uang lebih lama beredar dan tetap layak digunakan masyarakat. Karena itu, edukasi mengenai cara memperlakukan uang menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap Rupiah.

Di sisi lain, Ketua FJPI Kalbar, Dina Prihatini Wardoyo, menilai penguatan literasi Rupiah memiliki tantangan tersendiri di Kalimantan Barat karena karakteristik wilayahnya yang berbatasan langsung dengan negara lain.

“Kaliman­tan Barat banyak sekali kawasan yang berbatasan langsung dengan negara lain, termasuk Malaysia, sehingga kesadaran literasi finansial terhadap Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah dinilai masih kurang untuk diaplikasikan masyarakat,” ujar Dina.

Kegiatan edukasi CBP Rupiah tersebut digelar untuk menyemarakkan Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026. Kolaborasi BI Kalbar dan FJPI Kalbar diharapkan dapat memperluas edukasi mengenai Rupiah, termasuk kepada masyarakat di kawasan perbatasan Kalimantan Barat. (mse)

 

Editor : Hanif
Cinta Bangga Paham Rupiah literasi keuangan rupiah BI kalbar QRIS