Uti Rusdian Kembali Pimpin STIKes Yarsi, Disiapkan Kawal Transformasi Jadi Universitas

Salman Busrah • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 09:54 WIB
Uti Rusdian menerima SK kembali pimpin STIKes Yarsi Pontianak.
Uti Rusdian menerima SK kembali pimpin STIKes Yarsi Pontianak.

PONTIANAK – Ns. Uti Rusdian Hidayat, M.Kep kembali dipercaya memimpin Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Yarsi Pontianak periode 2026–2030. Kepemimpinan Uti kembali diberikan di tengah agenda besar Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsi) Pontianak yang tengah menyiapkan transformasi STIKes dan Akademi Farmasi (AKFAR) menjadi Universitas Yarsi.

Kepercayaan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Ketua Pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam Yarsi Pontianak Nomor 02 Tahun 2026 tertanggal 1 September 2026.

Ketua Pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam Yarsi Pontianak, Drs. Suhadi, S.W., M.Si., mengatakan keputusan mengangkat kembali Uti Rusdian Hidayat didasarkan pada tiga pertimbangan, yakni aspek yuridis, organisasi, dan kinerja.

“Ketiga aspek tersebut menjadi pertimbangan dalam pengangkatan kembali Ketua STIKes Yarsi Pontianak,” kata Suhadi.

Dari aspek yuridis, Uti dinilai masih memenuhi ketentuan untuk kembali menjabat karena baru menyelesaikan satu periode kepemimpinan. Pengusulan tersebut juga didasarkan pada Surat Ketua Senat STIKes Yarsi Pontianak Nomor 022/SENAT/STIKes/VII/2026 tertanggal 31 Juli 2026.

Pengangkatan Uti juga telah mendapat persetujuan Ketua Pembina Yarsi Pontianak.

Pertimbangan berikutnya adalah aspek organisasi. Yarsi Pontianak saat ini tengah menggarap agenda besar, yakni menggabungkan STIKes dan AKFAR Yarsi menjadi Universitas Yarsi.

Tidak hanya menggabungkan dua perguruan tinggi, rencana tersebut juga disiapkan dengan sejumlah program studi baru. Di antaranya S1 Agribisnis, S1 Agroteknologi, S1 Kewirausahaan, serta S1 Manajemen Bisnis Internasional.

Proses pendirian Universitas Yarsi tersebut kini masih berjalan di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Yayasan berharap izin operasional Universitas Yarsi dapat segera diterbitkan.

“Semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama izin operasional Universitas Yarsi segera terbit,” ujar Suhadi.

Sementara itu, dari aspek kinerja, STIKes Yarsi menunjukkan perkembangan positif. Jumlah mahasiswa saat ini telah mencapai 261 orang.

Capaian akademik juga mengalami peningkatan. Sejumlah program studi yang sebelumnya berstatus akreditasi Baik Sekali kini berhasil meningkatkan statusnya menjadi Unggul, di antaranya Program Studi S1 Keperawatan dan Profesi Ners.

Menurut Suhadi, perkembangan tersebut menunjukkan adanya peningkatan kinerja STIKes, baik dalam penerimaan mahasiswa maupun dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlak mulia.

Dengan kepercayaan baru tersebut, Uti diminta segera membentuk jajaran pendukung kepemimpinan. Yayasan berharap Ketua STIKes segera mengusulkan Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II untuk membantu menjalankan kebijakan yang telah dirumuskan bersama tim.

Penyerahan SK pengangkatan dilakukan pada 31 Agustus 2026, bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan Ketua dan Wakil Ketua STIKes Yarsi Pontianak periode 2022–2026.

Empat tahun ke depan menjadi periode penting bagi Uti. Selain menjaga capaian STIKes, ia juga akan menghadapi agenda transformasi kelembagaan yang lebih besar: membawa STIKes dan AKFAR Yarsi menuju Universitas Yarsi.(r/*) 

Editor : Salman Busrah
STIKes Yarsi Pontianak Yarsi Universitas kesehatan