PONTIANAK POST - Dinas Kesehatan Kota Pontianak mencatat adanya peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang Agustus 2026. Tercatat sebanyak 5.846 kasus ISPA pada Agustus, atau mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Saptiko mengatakan, peningkatan kasus tersebut menjadi perhatian pihaknya, terutama di tengah kondisi kualitas udara yang kurang baik akibat kabut asap.
“Pada bulan Agustus ini terdapat peningkatan kasus ISPA sekitar 10 persen, dengan total 5.846 kasus. Ini menjadi perhatian kita dan tentunya langkah-langkah antisipasi terus kita lakukan untuk mencegah kasus semakin meningkat,” ujarnya Selasa (1/9).
Baca Juga: 6.396 Kasus ISPA Tercatat di Kubu Raya Selama Agustus, Kabut Asap Karhutla Jadi Sorotan
Menurutnya, Dinkes Kota Pontianak telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan ISPA. Salah satunya melalui sosialisasi kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah maupun di luar ruangan ketika kondisi udara tidak sehat.
Masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan juga diimbau menggunakan masker sebagai upaya mengurangi paparan debu, asap, maupun partikel udara yang dapat mengganggu saluran pernapasan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah atau ruangan. Kalau memang harus beraktivitas di luar, gunakan masker. Ini merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk melindungi kesehatan saluran pernapasan,” katanya.
Selain upaya pencegahan, Dinkes juga memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam menangani masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan. Obat-obatan untuk penanganan ISPA telah disiapkan di puskesmas maupun rumah sakit.
Baca Juga: Karhutla dan Ancaman Penyakit Saluran Pernapasan
Tidak hanya itu, ruang oksigen juga disiapkan di sejumlah fasilitas kesehatan sebagai langkah antisipasi apabila terdapat pasien yang membutuhkan penanganan dan bantuan oksigen.
“Obat-obatan sudah kita siapkan, kemudian ruang oksigen di puskesmas dan rumah sakit juga kita siapkan. Jadi ketika ada masyarakat yang membutuhkan penanganan, fasilitas kesehatan sudah dalam kondisi siap,” jelasnya.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala ISPA. Apabila mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
“Kita berharap masyarakat tetap menjaga kesehatan dan mengikuti imbauan yang diberikan. Pencegahan harus dilakukan bersama agar peningkatan kasus ISPA ini dapat kita tekan,” tutupnya.(iza)
Editor : Hanif