7.569 Titik Panas Mengepung Kalbar: Ketapang Terbanyak, Kabut Asap Pangkas Jarak Pandang

Deny Hamdani • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 16:52 WIB
Sebaran titik panas di Kalbar pada Senin (1/9). (BMKG)
Sebaran titik panas di Kalbar pada Senin (1/9). (BMKG)

PONTIANAK POST — Sebanyak 7.569 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) sepanjang 1 September 2026. Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, mencapai 4.086 titik.

Data sebaran titik panas tersebut berdasarkan pemantauan BMKG menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar NOAA20, S-NPP, TERRA, dan AQUA, untuk periode 1 September 2026 pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB. Dari total 7.569 hotspot, sebanyak 907 titik berada pada tingkat kepercayaan tinggi, 5.525 titik tingkat kepercayaan menengah, dan 1.137 titik tingkat kepercayaan rendah.

Ketapang menjadi daerah dengan konsentrasi hotspot paling tinggi. Dari 4.086 titik panas yang terdeteksi, sebanyak 554 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi, 2.741 tingkat menengah, dan 791 tingkat rendah. Posisi berikutnya ditempati Kubu Raya dengan 954 titik, terdiri atas 118 tingkat kepercayaan tinggi, 756 menengah, dan 80 rendah. Kemudian Kayong Utara 619 titik, Sintang 607 titik, Kapuas Hulu 413 titik, dan Melawi 341 titik.

Baca Juga: Kalbar Catat Sebaran 76.558 Titik Panas Gambut, Tertinggi Kedua di Indonesia

Sejumlah daerah lainnya juga terpantau memiliki hotspot, yakni Sanggau 119 titik, Sekadau 116 titik, Mempawah 109 titik, Sambas 102 titik, Landak 51 titik, Bengkayang 31 titik, Singkawang 20 titik, serta Kota Pontianak satu titik.

Suhu Sintang Capai 38,6 Derajat Celsius

Kondisi cuaca di Kalbar turut memperlihatkan situasi panas dan kering. Dalam ikhtisar pengamatan BMKG pada 9 lokasi di Kalbar periode 1 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga 2 September 2026 pukul 07.00 WIB, tercatat suhu maksimum ekstrem mencapai 38,6 derajat Celsius di Kabupaten Sintang.

Suhu udara rata-rata di sejumlah lokasi pengamatan berkisar antara 26,6 hingga 30,2 derajat Celsius. Sementara suhu minimum terendah mencapai 21,2 derajat Celsius, juga tercatat di Sintang.

BMKG juga melaporkan tidak terjadi hujan di seluruh titik pengamatan selama periode tersebut. Kondisi hari tanpa hujan bervariasi, mulai kategori pendek selama 6–10 hari, menengah 11–20 hari, sangat panjang 31–60 hari, hingga ekstrem panjang lebih dari 60 hari.

Baca Juga: Kualitas Udara Sintang & Kubu Raya Masuk Level Bahaya! 3.759 Titik Panas Kepung Kalbar

Kondisi panas dan minim hujan tersebut menjadi faktor yang meningkatkan kerentanan wilayah terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan yang memiliki vegetasi dan lahan mudah terbakar.

Dampak kondisi karhutla juga mulai terlihat pada jarak pandang. BMKG mencatat jarak pandang kurang dari 1 kilometer di sejumlah kabupaten/kota. Wilayah tersebut meliputi Mempawah, Pontianak, Sambas, Ketapang, Kubu Raya, Sintang, dan Singkawang. BMKG menyebut kondisi jarak pandang ekstrem tersebut terjadi akibat kabut asap.

Di sisi lain, tidak terdapat kejadian angin kencang ekstrem. Kecepatan angin tertinggi tercatat 15 knot di Kabupaten Sambas dan Kota Singkawang.

BMKG mengingatkan bahwa data hotspot merupakan hasil deteksi satelit terhadap anomali suhu panas dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya. Karena itu, keberadaan hotspot menjadi indikator penting untuk memantau potensi kebakaran, namun tidak serta-merta berarti seluruh titik merupakan kebakaran hutan dan lahan yang sedang berlangsung. Deteksi juga memiliki keterbatasan. Pada wilayah yang tertutup awan atau berada dalam blank zone, titik panas tidak dapat terdeteksi oleh satelit.

"Munculnya jarak pandang kurang dari satu kilometer di tujuh kabupaten/kota menunjukkan kondisi karhutla dan kabut asap di Kalbar perlu mendapat perhatian serius, terutama di tengah cuaca panas dan nihil hujan di seluruh lokasi pengamatan," kata Aloysius Ketua DPRD Kalbar kemarin. (den)

Editor : Miftahul Khair
titik panas karhutla kalbar bmkg ketapang kabut asap