Menhut dan Kepala BNPB Kembali ke Pontianak Gara-Gara Hotspot Kalbar Melonjak Tiga Kali Lipat

Aristono Edi Kiswantoro • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 19:05 WIB
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan keterangan kepada wartawan usai memimpin rapat koordinasi penanganan Karhutla di Kubu Raya Kalimantan Barat pada Senin (24/8). (MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST)
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan keterangan kepada wartawan usai memimpin rapat koordinasi penanganan Karhutla di Kubu Raya Kalimantan Barat pada Senin (24/8). (MEIDY KHADAFI/PONTIANAK POST)

 

PONTIANAK POST – Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah kembali menjadi prioritas utama penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah jumlah titik panas (hotspot) di kedua provinsi meningkat tajam.

Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan per 1 September 2026, hotspot di Kalbar melonjak dari 273 menjadi 859 titik atau lebih dari tiga kali lipat. Di Kalteng, jumlahnya meningkat dari 253 menjadi 623 titik.

“Setelah kemarin tren di enam provinsi prioritas menurun, hari ini Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah kembali menunjukkan peningkatan hotspot. Artinya, prioritas utama secara nasional tetap Kalbar dan Kalteng,” kata Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dalam keterangannya, Rabu (2/9).

Untuk memperkuat penanganan, Raja Juli bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto akan menuju Pontianak, Kamis (3/9). Mereka dijadwalkan berkoordinasi dengan Gubernur Kalbar, Kapolda Kalbar, Pangdam XII/Tanjungpura, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami akan merapatkan barisan, melakukan evaluasi, sekaligus menyusun langkah mitigasi yang dapat dilakukan,” ujarnya.

Koordinasi tersebut diarahkan untuk menekan jumlah hotspot dan titik api (fire spot) yang telah diverifikasi di lapangan.

Selain Kalbar dan Kalteng, kenaikan hotspot terjadi di Sumatera Selatan dari 20 menjadi 89 titik, Kalimantan Selatan dari 22 menjadi 73 titik, serta Jambi dari nol menjadi empat titik. Sementara itu, Riau tetap nihil hotspot.

Raja Juli mengingatkan seluruh pihak tetap waspada karena September menjadi periode puncak El Niño sekaligus masa rawan karhutla. Pencegahan dan penanganan, menurutnya, membutuhkan kerja sama pemerintah pusat, daerah, aparat, perusahaan, dan masyarakat.

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
Hotspot Kalimantan Barat BNPB ke Pontianak SiPongi Kementerian Kehutanan karhutla kalbar raja juli antoni