PONTIANAK POST — Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Barat menyiapkan Asrama Haji Pontianak sebagai tempat menginap personel militer Jepang bersama TNI. Fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung partisipasi dalam misi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalbar.
"Asrama Haji Pontianak ini akan menjadi tempat transit sementara bagi sekitar 180 personel Jepang yang direncanakan membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat," kata Kepala Kemenhaj Kalbar Kamaludin di Pontianak, Kamis (3/9/2026).
Kamaludin menjelaskan, saat ini pihak terkait tengah melakukan survei yang mencakup kesiapan kamar, aula, fasilitas pendukung, hingga lingkungan asrama yang akan dijadikan tempat tinggal sementara selama pelaksanaan misi bantuan tersebut.
Baca Juga: Militer Jepang Segera Tiba di Kalbar, Bawa Helikopter dan Kapal Perang untuk Bantu Tangani Karhutla
Penggunaan Fasilitas Masih Tentatif
Meski persiapan fasilitas telah berjalan, Kamaludin menegaskan bahwa rencana penggunaan Asrama Haji Pontianak masih bersifat tentatif. Pasalnya, Kanwil Kemenhaj Kalbar belum menerima surat resmi terkait jadwal pelaksanaan misi tersebut.
"Mereka baru melakukan survei kamar, aula, fasilitas pendukung, dan lingkungan asrama. Belum memberikan surat resmi kepada kami, jadi kami masih menganggap ini tentatif," ujar Kamaludin.
Berdasarkan informasi sementara, sebanyak 180 personel militer Jepang direncanakan mulai memasuki Asrama Haji Pontianak pada 10 September 2026 dan akan tinggal selama kurang lebih 21 hari.
Guna memastikan kesiapan tempat, Kemenhaj Kalbar telah meminta pengelola Asrama Haji mendata jumlah kamar yang masih tersedia maupun fasilitas yang telah dipakai oleh masyarakat.
"Kalau memang jadi, mereka akan datang masuk Asrama Haji tanggal 10 September 2026," tambahnya.
Baca Juga: Jepang Kirim Kapal Bawa 350 Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Atasi Karhutla Indonesia
Dukungan Operasional Helikopter dan Kapal Angkut
Sebelumnya, Asrama Haji Pontianak juga telah dimanfaatkan untuk mendukung penanganan karhutla di Kalbar. Fasilitas ini sempat menampung 120 personel TNI Angkatan Laut selama delapan hari, 300 personel TNI Angkatan Darat dari Mabes TNI, serta 104 personel Brimob.
Untuk misi bantuan dari Jepang, sekitar 180 personel direncanakan terlibat dengan dukungan alat utama sistem persenjataan (alutsista), yakni tiga unit helikopter CH-47 milik Japan Ground Self-Defense Force serta kapal angkut JS Kunisaki.
Kamaludin memastikan seluruh pelayanan utama di Asrama Haji Pontianak tetap berjalan sebagaimana biasa meskipun fasilitas disiapkan untuk mendukung kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Kesiapan Asrama Haji Pontianak ini sekaligus memperkuat fungsi fasilitas tersebut, tidak hanya untuk pelayanan haji dan umrah, tetapi juga sebagai sarana pendukung misi kemanusiaan saat kondisi darurat di Kalimantan Barat.*
Sumber : Antara