Kelas Tahfidz MAN 2 Pontianak Diperkuat, Orang Tua Diminta Kawal Hafalan Anak

Salman Busrah • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 07:41 WIB
Ketua Umum LPTQ Kalbar dan Kepala MAN 2 Pontianak.
Ketua Umum LPTQ Kalbar dan Kepala MAN 2 Pontianak.

PONTIANAK – Aula MAN 2 Pontianak dipenuhi siswa dan orang tua, Jumat (4/9/2026) pagi. Mereka menyimak serius sosialisasi Program Kelas Karakter Tahfidz yang digagas MAN 2 Pontianak bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kalimantan Barat.

Suasana berlangsung hangat. Siswa duduk berdampingan dengan para orang tua, sementara narasumber memberikan penguatan tentang pentingnya menjaga hafalan Al-Qur’an. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PPKS) antara MAN 2 Pontianak dan LPTQ Kalbar.

Kepala MAN 2 Pontianak Hj. Yuliana mengatakan, Kelas Tahfidz merupakan bagian dari pengembangan Kelas Berkarakter di madrasah, bersama program Kelas Bilingual dan Kelas Riset.

Menurutnya, program tahfidz tidak sekadar mengejar jumlah hafalan. Siswa diharapkan mampu membaca, menghafal sekaligus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Pembinaan ini membutuhkan konsistensi. Karena itu, dukungan orang tua sangat penting agar siswa istiqamah menambah dan menjaga hafalannya,” kata Yuliana.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Pontianak Aris Sujarwono mengapresiasi langkah MAN 2 Pontianak tersebut. Ia berharap pengembangan kelas berkarakter dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan fondasi keagamaan yang kuat.

Ketua Umum LPTQ Kalbar Brigjen Pol. (Pur.) Drs. H. Andi Musa menegaskan, peran LPTQ tidak sebatas penyelenggaraan MTQ. LPTQ juga memiliki tanggung jawab dalam pembinaan tilawah, tahfidz dan berbagai cabang Al-Qur’an.

“Pembinaan ini penting untuk menyiapkan generasi yang mencintai, membaca, menghafal dan mengamalkan Al-Qur’an,” ujarnya.

Sementara Ustadz H. Abdul Wahab Al-Hafizh mengingatkan siswa dan orang tua bahwa menjadi penghafal Al-Qur’an membutuhkan ketekunan. Hafalan baru harus diimbangi murajaah, sedangkan orang tua berperan menjaga suasana dan kedisiplinan anak di rumah.

Kerja sama MAN 2 Pontianak dan LPTQ Kalbar ini diharapkan menjadi langkah konkret membangun generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat hafalannya, tetapi juga baik karakter dan perilakunya.

Editor : Salman Busrah
hafalan alquran Tahfidzul Quran MAN 2 Pontianak LPTQ Kalbar