PONTIANAK POST – Kinerja dan kekompakan Komando Satuan Tugas (Satgas) Darat Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan Barat mendapat apresiasi dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto.
Di bawah komando Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito selaku Dansatgas Darat, tim gabungan berhasil memadamkan karhutla di lahan seluas lebih dari 432 hektare dari total sekitar 802 hektare lahan yang terbakar.
Apresiasi tersebut disampaikan Suharyanto saat memimpin Rapat Teknis Pengendalian Karhutla Wilayah Kalimantan Barat di Posko Satgas Udara Lanud Supadio, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (4/9). Rapat itu turut dihadiri Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni serta unsur Forkopimda Kalimantan Barat.
Baca Juga: OMC Berlanjut di Kalbar dan Kalteng, Hujan Disasar untuk Tekan Risiko Karhutla
Suharyanto menyebut capaian operasi pemadaman harian Satgas Darat Kalbar merupakan salah satu yang terbesar dibandingkan daerah lain yang tengah menghadapi karhutla.
"Satgas Darat ini, Panglima apresiasi ya, ini sangat baik. Saya punya data di beberapa provinsi, ini termasuk hasil yang dicapai Kalimantan Barat operasi harian itu paling besar ini," kata Suharyanto.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan kuatnya koordinasi dan kekompakan unsur yang tergabung dalam Satgas Darat. Sinergi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan kebakaran, terutama di wilayah dengan kondisi medan yang sulit. "Paling besar ini, berarti kekompakan di Satgas Darat ini luar biasa," tegasnya.
Penanganan karhutla di Kalimantan Barat menghadapi tantangan tersendiri. Sebagian titik kebakaran berada di kawasan gambut yang sulit dipadamkan dan berpotensi kembali mengeluarkan asap meski api di permukaan telah berhasil dijinakkan.
Baca Juga: Karhutla di Singkawang Utara Hanguskan 32,5 Hektare Lahan Gambut, Sudah Berlangsung 14 Hari
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Supadio.
Untuk memperkuat penanganan di darat, katanya pemerintah juga menyiapkan dukungan tambahan dari unsur udara. Saat ini, sembilan helikopter water bombing telah dioperasikan untuk membantu pemadaman dari udara.
Selain itu, tiga unit helikopter Chinook bantuan dari Tentara Bela Diri Jepang dijadwalkan tiba pada 10 September 2026. Dukungan tersebut diharapkan menambah kemampuan pemadaman, khususnya pada lokasi yang sulit dijangkau pasukan darat.
Dua unit pesawat CASA juga terus disiagakan untuk mendukung pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Operasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang membutuhkan tambahan curah hujan.
“Dengan dukungan operasi udara dan penguatan pasukan di darat, pemerintah berharap penanganan karhutla di Kalimantan Barat dapat dipercepat. Sinergi antara Satgas Darat di bawah komando Pangdam XII/Tanjungpura dan Satgas Udara menjadi bagian penting dalam upaya menekan luasan kebakaran sekaligus mengurangi dampak asap terhadap masyarakat,” tutupnya. (ash)
Editor : Hanif