288 Hotspot Terdeteksi di Konsesi Sawit, Disbunnak Kalbar Turun Sidak dan Ancam Sansi Perusahaan

Idil Aqsa Akbary • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 11:52 WIB
Tim pemadam PT Agro Alam Nusantara bersama Manggala Agni melakukan simulasi pengendalian karhutla di sekitar wilayah konsesi PT AAN. (ISTIMEWA)
Tim pemadam PT Agro Alam Nusantara bersama Manggala Agni melakukan simulasi pengendalian karhutla di sekitar wilayah konsesi PT AAN. (ISTIMEWA)

PONTIANAK POST – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Barat (Kalbar) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah perusahaan perkebunan di provinsi ini. Langkah tersebut dilakukan menyusul terdeteksinya 288 titik panas atau hotspot di wilayah konsesi perkebunan.

Salah satu perusahaan yang diperiksa yakni PT Agro Alam Nusantara (AAN) di Kabupaten Kubu Raya. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keberadaan titik panas sekaligus melihat kondisi kawasan konsesi perusahaan secara langsung.

Plt Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, Rino Anteno Tengo mengatakan, pihaknya ingin memastikan apakah titik panas yang terdeteksi berada di dalam kawasan konsesi perusahaan atau justru di luar kawasan. “Kami ingin memastikan kondisi di lapangan dan melihat apa yang menjadi penyebab kebakaran lahan di sekitar wilayah konsesi,” ujar Rino.

Baca Juga: WALHI Kalbar Desak Penindakan Perusahaan yang Areal Konsesinya Terbakar

Dari hasil pemeriksaan di PT AAN, tidak ditemukan lahan terbakar di dalam kawasan konsesi perusahaan. Kebakaran yang ditemukan di sekitar wilayah konsesi berada di lahan milik masyarakat.

Rino mengapresiasi langkah PT AAN yang telah melakukan mitigasi dan menyiapkan tim pemadam untuk membantu menangani kebakaran di sekitar wilayah konsesi. Menurutnya, perusahaan perkebunan harus memiliki kesiapan sarana dan prasarana untuk mencegah sekaligus menangani kebakaran lahan.

Dia menegaskan, pemerintah daerah dapat memberikan sanksi apabila terbukti terjadi kebakaran di dalam kawasan konsesi dan perusahaan tidak melakukan upaya pencegahan maupun tidak memiliki kesiapan penanganan.

“Kalau terbukti wilayah perusahaan terbakar dan tidak ada upaya pencegahan melalui kesiapan sarana dan prasarana, tentu akan ada sanksi tegas bagi perusahaan yang lalai,” katanya.

Baca Juga: Kemenhut Perkuat Jalur Pelaporan Penyelamatan Satwa Terdampak Karhutla

Sementara itu, Manager PT Agro Alam Nusantara, Yogi Dwi Angga mengatakan, perusahaan telah menyiapkan berbagai sarana untuk mengantisipasi dan menangani karhutla. Sarana tersebut antara lain tim pemadam, menara api, embung, hingga sekat kanal. Kesiapsiagaan juga diperkuat melalui simulasi pengendalian karhutla bersama Manggala Agni Kalimantan Daops VIII/Pontianak pada 19 Mei 2026.

Simulasi tersebut turut melibatkan pemerintah desa dan kecamatan di sekitar wilayah konsesi, termasuk Desa Rasau Jaya Umum, Desa Mekar Sari, dan Desa Kuala Dua. Masyarakat peduli api (MPA) di wilayah tersebut juga dilibatkan.

Menurut Yogi, langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat koordinasi apabila terjadi kebakaran di sekitar kawasan konsesi. PT AAN juga berkolaborasi dengan Polres Kubu Raya melalui Operasi Aman Nusa II dalam penanganan karhutla di wilayah Rasau Jaya dan sekitarnya.

Dalam kegiatan tersebut, PT AAN turut mendukung penempatan posko terpadu yang melibatkan sembilan personel Brimob di kawasan perusahaan. Yogi menegaskan, PT AAN berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, Manggala Agni, pemerintah desa, kecamatan, dan masyarakat dalam upaya pencegahan serta penanganan karhutla.

“Kami berkomitmen membantu pemerintah daerah dalam upaya pencegahan dan penanganan karhutla, baik di sekitar wilayah konsesi maupun di luar wilayah konsesi,” kata Yogi.

Sebelumnya, PT AAN juga menggelar apel siaga karhutla, dan sosialisasi kesiapsiagaan bersama Manggala Agni serta masyarakat peduli api. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan titik api di sekitar wilayah perusahaan. (bar)

Editor : Miftahul Khair
konsesi perusahaan sidak karhutla kalbar disbunnak kalbar