Maulid Nabi Jadi Momentum, Edi Kamtono Ajak Warga Hadapi Kemarau dan Kabut Asap Bersama

Mirza Ahmad Muin • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 10:10 WIB
Edi Rusdi Kamtono.
Edi Rusdi Kamtono.

PONTIANAK POST - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat doa, silaturahmi, kepedulian, dan kebersamaan di tengah kabut asap serta musim kemarau yang masih dirasakan warga. Pesan itu disampaikannya saat menghadiri kegiatan Majelis Taklim Al Jawahir, Sabtu (5/9/2026).

Edi mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi kegiatan keagamaan, tetapi juga momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai kesabaran, kepedulian, dan kebersamaan dinilai penting ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.

“Di momen Maulid ini, akhlak Nabi Muhammad harus kita jadikan dasar dalam bermasyarakat. Ini menjadi ikhtiar kita untuk introspeksi dan memperbaiki diri,” ujar Edi.

Baca Juga: Peringati Maulid Nabi, Kemenkum Kalbar Tekankan Integritas dan Budaya Layanan Publik ASN

Menurut Edi, kondisi Kota Pontianak masih menghadapi dampak musim kemarau, terutama kabut asap dan terbatasnya ketersediaan air tawar di sejumlah wilayah. Pemerintah bersama berbagai pihak terus melakukan langkah teknis untuk mengurangi dampak tersebut.

“Kalau sudah musim kemarau di Kota Pontianak ini memang tidak mudah. Tidak hanya asap, air tawar juga menjadi tantangan,” katanya.

Ia menyebut sejumlah upaya telah dilakukan, mulai dari pelayanan kesehatan, distribusi air tawar hingga koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Selain ikhtiar pemerintah, masyarakat juga telah melaksanakan salat istisqa pada 29 Agustus 2026 di Masjid Raya Mujahidin dan sejumlah lokasi lainnya. Salat tersebut menjadi bagian dari upaya spiritual masyarakat untuk memohon ampunan sekaligus meminta turunnya hujan.

Baca Juga: Wali Kota Pontianak: Indonesia Masters Super 100 Beri Dampak Positif bagi UMKM

“Salat istisqa itu bagian dari ikhtiar kita untuk memohon ampunan dan mudah-mudahan mendapatkan hujan yang berkah,” jelasnya.

Edi juga mengajak masyarakat mensyukuri hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Pontianak. Ia berharap hujan dapat membantu memperbaiki kualitas udara, mengurangi kabut asap, sekaligus mendukung ketersediaan air baku.

Di sisi lain, masyarakat diminta tetap menjaga lingkungan karena sebagian wilayah Kalimantan Barat memiliki kawasan gambut yang rentan terbakar saat musim kemarau.

“Kita tinggal di wilayah yang memiliki lahan gambut. Karena itu, mari sama-sama menjaga lingkungan dan menghindari hal-hal yang bisa memicu kebakaran,” pesannya.

Edi berharap peringatan Maulid Nabi semakin memperkuat semangat warga untuk saling mendoakan, membantu, dan menjaga suasana tetap kondusif. Menurutnya, berbagai ujian akan lebih mudah dihadapi apabila masyarakat tetap kompak dan saling menguatkan.

“Mudah-mudahan dengan Maulid ini, doa-doa kita dikabulkan Allah SWT. Kota Pontianak dijauhkan dari marabahaya, diberi rahmat, dan dilindungi dari bencana yang lebih berat,” tutupnya.(*/iza)

Editor : Hanif
maulid nabi musim kemarau pontianak kabut asap edi kamtono