Sumber Air Bawah Tanah Ditemukan di Pontianak, Terindikasi pada Kedalaman 15-30 Meter

Siti Sulbiyah • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 15:39 WIB
Ilustrasi air keran.
Ilustrasi air keran.

PONTIANAK POST -  Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pontianak terus dilakukan. Salah satunya dengan melakukan pemetaan sumber air bawah permukaan khususnya di wilayah rawan karhutla.

Salah satu lokasi yang ditemukan berada di Parit Demang Dalam. Lokasi tersebut menjadi salah satu wilayah yang rawan terjadi karhutla. Bahkan, sejumlah titik di kawasan ini sebelumnya telah mengalami kebakaran dan dilakukan pemadaman oleh petugas.

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Inayatun Nurhasanah, mengatakan pengecekan sumber air dilakukan untuk mendukung proses pemadaman apabila kembali terjadi kebakaran di kawasan tersebut.

Baca Juga: APBD Perubahan Kalbar 2026 Naik Jadi Rp6,21 Triliun, Penanganan Karhutla Diperkuat

“Kami melakukan pengecekan untuk sumber air di lokasi Parit Demang Dalam, khususnya di Kompleks Hockyland, yang juga termasuk salah satu lokasi kerawanan karhutla.” kata Ina, Rabu (3/9).

Pencarian sumber air dilakukan dengan melibatkan tim dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam atau FMIPA Untan, khususnya Program Studi Fisika.

Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA Untan, Yudha Arman mengatakan, tim menggunakan perangkat pengukuran resistivitas untuk memetakan struktur bawah permukaan tanah. Dari hasil survei, tim menemukan indikasi adanya kandungan air pada kedalaman sekitar 15 hingga 30 meter.

“Berdasarkan hasil yang kami dapatkan barusan, terindikasi bahwa di lokasi kita sekarang berdiri ini diduga memiliki kandungan air. Dari model yang kami hasilkan, diduga kedalaman air berkisar dari 15 hingga 30 meter,” terang Ketua Tim Survei Resistivitas Prodi Fisika tersebut.

Baca Juga: Hujan Mulai Turun di Kubu Raya, Bupati Sujiwo Ingatkan Penanganan Karhutla Jangan Lengah

Temuan ini diharapkannya dapat menjadi solusi dalam menyediakan sumber air yang lebih dekat dengan lokasi rawan kebakaran, sehingga proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

"Upaya tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat," sebutnya.

Selain mendukung pemadaman, tambah dia, pemetaan sumber air bawah tanah juga menjadi langkah antisipatif menghadapi ancaman karhutla di Kota Pontianak.

Baca Juga: Karhutla Kayong Utara dan Kekeringan Makin Berdampak, Bupati Ingatkan Warga Jangan Egois

Sebelumnya, Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Endang Tri Purwanto mengatakan bahwa salah satu upaya penanganan karhutla adalah dengan membangun sumur di sejumlah titik rawan sebagai sumber air yang dapat digunakan untuk membantu proses pemadaman dan pembasahan lahan.

"Kami akan membuat sumur di enam titik, tiga di Kecamatan Pontianak Selatan Tenggara dan tiga di kecamatan Pontianak Utara," katanya.

Menurutnya, pencegahan karhutla membutuhkan peran serta seluruh pihak, terutama masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan kebakaran. Kesadaran untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah terjadinya Karhutla.

Ia pun mengimbau masyarakat agar segera menghubungi pihak kepolisian atau instansi terkait apabila menemukan adanya kebakaran maupun aktivitas yang berpotensi menyebabkan kebakaran.

“Kesiapsiagaan dan sinergitas harus terus ditingkatkan. Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi kebakaran besar, tetapi melakukan pencegahan dan penanganan sejak dini,” tegasnya. (sti)

Editor : Hanif
karhutla Pontianak Sumber Air Bawah Tanah parit demang untan pontianak