PONTIANAK POST - Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Kalimantan Barat mencapai 57,23 persen pada Juli 2026. Angka tersebut meningkat 5,99 poin persentase dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat, Muh Saichudin, mengatakan kenaikan TPK secara tahunan menunjukkan adanya peningkatan aktivitas hunian pada hotel berbintang di Kalimantan Barat.
“TPK hotel bintang di Kalimantan Barat pada Juli 2026 tercatat sebesar 57,23 persen,” kata Saichudin di Pontianak, baru-baru ini.
Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026 Kapuas Hulu Diperpanjang Hingga 15 September, BPS Sisir Pelaku Usaha
Namun, jika dibandingkan dengan Juni 2026, tingkat hunian hotel bintang mengalami penurunan 1,98 poin persentase. Pada Juni 2026, TPK hotel bintang tercatat 59,21 persen.
Berdasarkan klasifikasi hotel, TPK tertinggi pada Juli 2026 tercatat pada hotel bintang tiga, yakni 58,80 persen. Meski turun 1,11 poin persentase dibandingkan Juni 2026 yang mencapai 59,91 persen, angka tersebut masih meningkat 8,24 poin persentase dibandingkan Juli 2025.
Sementara itu, TPK hotel bintang dua tercatat 50,88 persen, meningkat 16,24 poin persentase dibandingkan Juli 2025. Adapun hotel bintang empat mencatat TPK 58,34 persen atau turun 1,08 poin persentase secara tahunan. Hotel bintang satu tercatat 24,80 persen, turun 31,12 poin persentase dibandingkan Juli 2025.
Di sisi lain, tingkat hunian hotel nonbintang justru mengalami penurunan. Pada Juli 2026, TPK hotel nonbintang tercatat 29,30 persen, turun 1,30 poin persentase dibandingkan Juni 2026 dan turun 0,35 poin persentase dibandingkan Juli 2025.
Baca Juga: Rawat Cita Rasa Lokal, DPRD Kalbar Dorong Hotel di Pontianak Hadirkan Menu Kuliner Khas
Dari sisi arus wisatawan, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kalimantan Barat pada Juli 2026 mencapai 10.711 kunjungan. Jumlah tersebut turun tipis 1,24 persen dibandingkan Juni 2026, tetapi meningkat signifikan 43,46 persen dibandingkan Juli 2025.
Kunjungan wisman tersebut masuk melalui lima pintu masuk, yakni Entikong, Aruk, Nanga Badau, Jagoi Babang, dan Supadio. Pintu masuk Entikong menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 35,49 persen dari total kunjungan. Dari sisi kebangsaan, wisman asal Malaysia masih mendominasi dengan 6.951 kunjungan atau 64,90 persen dari total wisman pada Juli 2026.
Disusul warga Indonesia yang tinggal di luar negeri (Penlu/Pendul) sebanyak 2.176 kunjungan atau 20,31 persen, Tiongkok 526 kunjungan atau 4,91 persen, serta Singapura 463 kunjungan atau 4,32 persen.
Baca Juga: Sensus Ekonomi 2026 Kapuas Hulu Diperpanjang Hingga 15 September, BPS Sisir Pelaku Usaha
Sementara itu, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dengan tujuan Kalimantan Barat mencapai 1,30 juta perjalanan pada Juli 2026. Jumlah tersebut meningkat 1,13 persen dibandingkan Juni 2026 dan tumbuh 9,40 persen dibandingkan Juli 2025.
Secara kumulatif Januari–Juli 2026, perjalanan wisnus dengan tujuan Kalimantan Barat mencapai 8,92 juta perjalanan, meningkat 15,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pontianak menjadi daerah tujuan wisatawan nusantara yang paling banyak dikunjungi dengan 2,05 juta perjalanan sepanjang Januari–Juli 2026. Angka tersebut meningkat 5,53 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Adapun rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel bintang pada Juli 2026 tercatat 1,42 malam. Angka ini meningkat 0,08 poin dibandingkan Juni 2026, tetapi turun 0,08 poin dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 1,50 malam. (mse)
Editor : Hanif