Wapres Gibran Tinjau Penanganan Karhutla Kalbar, Tekankan Pemadaman Efektif dan Keselamatan Personel

Novantar Ramses Negara • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 21:49 WIB
Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka memimpin Rapat Koordinasi Terbatas sekaligus meninjau langsung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang didampingi Gubernur Kalbar Riar Norsan dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Kamis (10/9). (ADPIM PEMPROV KALBAR)
Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka memimpin Rapat Koordinasi Terbatas sekaligus meninjau langsung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang didampingi Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Kamis (10/9). (ADPIM PEMPROV KALBAR)

PONTIANAK POST — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (10/9).

Peninjauan dilakukan setelah Wapres menerima paparan mengenai kondisi terkini dan strategi penanganan karhutla di Posko Lanud Supadio. Paparan tersebut menjadi bahan evaluasi terhadap langkah penanganan yang dilakukan pemerintah, termasuk operasi pemadaman darat dan udara di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Dalam peninjauan tersebut, Wapres Gibran didampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Barat.

Baca Juga: Bawa 3 Helikopter Chinook! Jepang Turun Tangan Bantu Karhutla Kalbar, Wagub Tegaskan Ancam Cabut HGU

Wapres menekankan pentingnya strategi pemadaman yang terukur dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Selain efektivitas pemadaman, keselamatan personel yang bertugas juga menjadi perhatian.

“Kita harus pastikan pemadaman berjalan efektif, personel aman, dan masyarakat terdampak tetap mendapatkan layanan dasar,” tegas Wapres.

Menurutnya, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman titik api. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat yang terdampak kabut asap tetap memperoleh layanan dasar, termasuk kesehatan, pendidikan, serta kebutuhan dan logistik.

Penanganan karhutla di Kalimantan Barat melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, hingga unsur terkait lainnya. Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat penanganan karhutla, baik melalui pemadaman maupun langkah pencegahan dan mitigasi. (mse)

Editor : Miftahul Khair
Menhut Raja Juli Antoni ria norsan pemadaman karhutla karhutla kalbar Wapres Gibran