PONTIANAK POST — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Malaya, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kamis (10/9).
Peninjauan dilakukan setelah Wapres menerima paparan mengenai kondisi terkini dan strategi penanganan karhutla di Posko Lanud Supadio. Paparan tersebut menjadi bahan evaluasi terhadap langkah penanganan yang dilakukan pemerintah, termasuk operasi pemadaman darat dan udara di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Dalam peninjauan tersebut, Wapres Gibran didampingi Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalimantan Barat.
Baca Juga: Bawa 3 Helikopter Chinook! Jepang Turun Tangan Bantu Karhutla Kalbar, Wagub Tegaskan Ancam Cabut HGU
Wapres menekankan pentingnya strategi pemadaman yang terukur dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Selain efektivitas pemadaman, keselamatan personel yang bertugas juga menjadi perhatian.
“Kita harus pastikan pemadaman berjalan efektif, personel aman, dan masyarakat terdampak tetap mendapatkan layanan dasar,” tegas Wapres.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman titik api. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat yang terdampak kabut asap tetap memperoleh layanan dasar, termasuk kesehatan, pendidikan, serta kebutuhan dan logistik.
Penanganan karhutla di Kalimantan Barat melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, hingga unsur terkait lainnya. Kunjungan tersebut juga menjadi bagian dari koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat penanganan karhutla, baik melalui pemadaman maupun langkah pencegahan dan mitigasi. (mse)
Editor : Miftahul Khair