Pemkot Pontianak Salurkan Air Bersih dan Beri Diskon 30 Persen Pelanggan PDAM

Uray Ronald • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 22:57 WIB
Warga memanfaatkan titik air tawar gratis yang disediakan PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak. (Pemkot Pontianak)
Warga memanfaatkan titik air tawar gratis yang disediakan PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak beberapa waktu lalu. (Pemkot Pontianak)

 

PONTIANAK POST – Pemerintah Kota Pontianak menyiapkan dua kebijakan utama menghadapi kemarau panjang dan meningkatnya kadar garam pada air baku PDAM. Selain menyalurkan air tawar bersih ke kelurahan, kecamatan dan titik publik, Pemkot Pontianak memberikan diskon 30 persen bagi pelanggan rumah tangga Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa selama dua bulan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengarahkan setiap kelurahan dan kecamatan menyiapkan penampungan air berkapasitas 4.000-5.000 liter. Penampungan tersebut menjadi titik suplai air bersih bagi masyarakat.

Air yang disalurkan merupakan air tawar bersih layak minum yang diolah Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau memasaknya terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

“Layak diminum, tapi sebaiknya dimasak dulu,” jelasnya, Senin (14/9/2026).

Baca Juga: Air PDAM Pontianak Asin Saat Kemarau, Sutarmidji Usul Waduk Penepat Diperluas 10 Kali Lipat

Suplai Air Tawar 1.000 Ton per Hari

Edi menyebut suplai air tawar saat ini cukup memadai seiring lancarnya pasokan dan operasional IPA 3 di booster Imam Bonjol.

Setiap hari, sekitar 1.000 ton air tawar akan diproduksi dan disuplai untuk membantu memenuhi kebutuhan warga. Penyaluran dilakukan di 29 kelurahan dan kecamatan serta sejumlah lokasi publik.

Masjid yang memiliki bak penampungan air juga akan dilibatkan sebagai titik distribusi.

Edi memastikan titik penyaluran air bersih akan terus diperbarui sesuai kebutuhan di lapangan. Pemerintah akan menginformasikan lokasi distribusi agar warga mengetahui tempat pengambilan air terdekat.

“Ini akan terus kita update selalu,” ujarnya.

Pelanggan Rumah Tangga Dapat Diskon 30 Persen

Kebijakan kedua berupa pemberian diskon 30 persen bagi pelanggan rumah tangga Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa selama dua bulan.

Diskon tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak krisis air bersih.

Edi menjelaskan, teknis pemberian diskon akan dihitung berdasarkan pemakaian pelanggan rumah tangga. Perhitungan dilakukan pada akhir bulan berjalan sebelum direalisasikan pada tagihan berikutnya.

“Nanti akan kita hitung di akhir bulan. Untuk bulan September, dihitung pada Oktober. Oktober di November,” jelasnya.

Baca Juga: Intrusi Air Laut Naikkan Kadar Garam, Pemkot Siapkan Tiga Tongkang Datangkan Air Baku dari Terentang

Air Baku Didatangkan dari Terentang

Selain dua kebijakan tersebut, Pemkot Pontianak menyiapkan langkah pendukung untuk memperkuat pasokan air baku tawar.

Salah satunya dengan mendatangkan air dari Terentang, Kabupaten Kubu Raya, menggunakan tiga buah tongkang yang tidak terdampak intrusi air laut.

Tambahan sumber air baku tersebut akan dibawa terutama ke IPA Nipah Kuning, IPA Parit Mayor dan Selat Panjang untuk kemudian didistribusikan ke wilayah terdampak.

“Di sana ada sumber air tawar yang akan kita bawa terutama ke IPA Nipah Kuning, IPA Parit Mayor dan Selat Panjang. Nantinya akan didistribusikan di wilayah tersebut,” jelasnya.

Baca Juga: Air Kapuas Asin, Mobil Water Treatment Jadi Harapan Warga Pontianak di Tengah Kemarau

Pemkot Koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kapuas

Untuk jangka menengah, Edi memerintahkan jajaran Pemkot Pontianak, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kapuas.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk penanganan pipa distribusi dari Penepat ke Pontianak serta perbaikan instalasi pendukung.

“Saya sudah memerintahkan Dinas PU dan PDAM terus berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kapuas yang bertanggung jawab terhadap air baku,” katanya.

Perbaikan rumah pompa dan pintu air juga menjadi perhatian. Beberapa pekerjaan telah dianggarkan dan sedang berjalan, namun tetap perlu dipercepat agar fungsi air baku bisa lebih optimal.

Untuk jangka panjang, Pemkot Pontianak mendorong penambahan jaringan pipa hingga kawasan Biyung, Kabupaten Kubu Raya, serta pembangunan bendung karet di kawasan Penepat.

Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat sistem ketahanan air baku Pontianak saat menghadapi kemarau panjang.

“Jangka panjangnya kita minta dikaji bendung karet di Selat Parit Penepat. Kalau terjadi kemarau sangat panjang, bisa ditutup atau dibendung, tetapi tetap memperhatikan lalu lintas angkutan sungai,” jelasnya.

Edi berharap dua kebijakan utama berupa penyaluran air bersih dan diskon pelanggan rumah tangga dapat menjadi langkah cepat untuk membantu masyarakat.

Pada saat bersamaan, pemerintah menyiapkan solusi jangka menengah dan panjang agar persoalan air bersih tidak terus berulang.

“Ini bagian dari komitmen Pemerintah Kota Pontianak untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Pemkot Pontianak
air bersih Pontianak krisis air bersih Pontianak diskon PDAM Pontianak kemarau panjang Pontianak