PONTIANAK POST - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bersama Pemerintah Kota Pontianak memperkuat penanganan ancaman krisis air bersih di tengah kemarau dan dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Gubernur Kalbar Ria Norsan menyalurkan 8.000 liter air bersih gratis kepada warga di Jalan Pangeran Natakusuma, Pontianak, Senin (14/9).
Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau berkepanjangan. Penyaluran air juga menjadi bagian dari upaya pemerintah merespons dampak kondisi lingkungan dan kabut asap di sejumlah wilayah Kalbar.
Baca Juga: Pasokan Air Bersih Terbatas, GemasBah Minta Satgas Darurat Segera Dibentuk di Pontianak
Ria Norsan mengatakan pemerintah daerah berkewajiban hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.
“Air bersih adalah kebutuhan utama masyarakat. Karena itu, kami berupaya membantu warga yang terdampak kemarau dan karhutla agar kebutuhan air bersih mereka tetap terpenuhi,” ujar Norsan.
Menurut dia, Pemprov Kalbar tidak hanya mengandalkan distribusi air bersih. Pemerintah juga menjalankan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak asap serta mendukung upaya pemadaman karhutla di sejumlah daerah.
Norsan berharap bantuan tersebut dapat mengurangi beban warga selama musim kemarau masih berlangsung. Masyarakat juga diingatkan menggunakan air secara bijak dan menjaga kesehatan menghadapi cuaca kering serta kabut asap.
Baca Juga: Air PDAM Pontianak Asin Saat Kemarau, Sutarmidji Usul Waduk Penepat Diperluas 10 Kali Lipat
Di tingkat Kota Pontianak, Pemkot menyiapkan distribusi air bersih ke 29 kelurahan yang tersebar di enam kecamatan. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan suplai ditargetkan mencapai sekitar 1.000 ton atau 1 juta liter air bersih per hari.
“Kita arahkan di setiap kecamatan dan kelurahan ada dua tangki dengan kapasitas lima kubik untuk suplai air bersih yang layak,” kata Edi.
Menurut Edi, ketersediaan air baku dinilai cukup memadai setelah suplai dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) III berjalan. Distribusi dilakukan menggunakan armada tangki ke wilayah yang membutuhkan.
Baca Juga: Pemkot Pontianak Salurkan Air Bersih dan Beri Diskon 30 Persen Pelanggan PDAM
Selain itu, masjid yang memiliki bak penampungan air akan dimanfaatkan sebagai titik pengambilan air bagi masyarakat.
“Termasuk masjid-masjid yang memiliki tempat atau bak penampungan air. Nanti masyarakat bisa mengambil air di sana. Ini terus kita update,” ujarnya.
Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin menilai langkah tersebut penting karena masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Sebagian warga bahkan harus mengantre untuk membeli air di depot.
Legislatif juga ikut melakukan distribusi air bersih secara keliling di enam kecamatan. Satarudin mengatakan penyaluran harus diiringi pengawasan terhadap ketersediaan pasokan hingga sampai ke masyarakat.
“Elnino ini menjadi pembelajaran sekaligus evaluasi kita bersama. Bagaimana kota ini ketika terjadi kemarau panjang, akan mengalami krisis air bersih,” kata Satarudin.
Salah seorang warga penerima bantuan, Toyib, mengapresiasi penyaluran air bersih tersebut. Menurutnya, bantuan sangat membantu warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air akibat kemarau.
“Kami merasa terbantu dan diperhatikan. Semoga bantuan seperti ini terus berlanjut selama masyarakat masih membutuhkan,” ujarnya.(mdy/iza)
Editor : Hanif