BNPB: Luas Karhutla Kalbar Tembus 48.535 Hektare, Hujan Mulai Turun di Sejumlah Wilayah

Uray Ronald • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 18:44 WIB
Kepala BNPB Suharyanto bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito memantau langsung pemadaman kebakaran di Desa Rasau Jaya Tiga, Kubu Raya. (Prokopim Kalbar)
Kepala BNPB Suharyanto bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito memantau langsung pemadaman karhutla di Desa Rasau Jaya Tiga, Kubu Raya beberapa waktu lalu. (Prokopim Kalbar)

 

PONTIANAK POST — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan luas area yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat mencapai 48.535,73 hektare hingga September 2026.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan angka tersebut merupakan hasil sinkronisasi data pantauan satelit SiPongi per 31 Juli 2026 dengan pengukuran langsung tim BNPB di lapangan.

"Kami sampaikan bahwa di Kalimantan Barat lahan terbakar sebesar 38.310 hektare lebih, sedangkan yang kami ukur berdasarkan realitas di lapangan 10.224 hektare lebih, sehingga total terbakar sebesar 48.535,73 hektare," kata Berton dalam konferensi pers secara daring dari Jakarta, Selasa (15/9).

Baca Juga: Kemenhut Proses 31 Kasus Karhutla, Kalbar Empat Perkara

19 Titik Api Terdeteksi pada 14 September

BNPB mencatat 19 titik api ditemukan di Kalimantan Barat pada 14 September 2026 dengan estimasi luas area terbakar mencapai lebih dari 261 hektare.

Dari luas tersebut, Satgas darat berhasil memadamkan lebih dari 175 hektare, sedangkan Satgas udara melalui operasi water bombing memadamkan lebih dari 5 hektare.

Dengan demikian, masih terdapat sekitar 80 hektare area yang belum berhasil dipadamkan hingga Selasa, 15 September 2026.

Penanganan karhutla di Kalimantan Barat diperkuat dengan pengerahan 14.759 personel Satgas darat.

Kekuatan tersebut didukung lima helikopter untuk patroli dan operasi modifikasi cuaca (OMC), serta sembilan helikopter pemadam melalui water bombing.

Helikopter Jepang Belum Dapat Beroperasi

Berton mengatakan bantuan helikopter dari pemerintah Jepang telah tiba di Kalimantan Barat untuk mendukung operasi pemadaman karhutla.

Namun, helikopter tersebut belum dapat dioperasikan karena jarak pandang (visibility) di sejumlah wilayah masih terlalu rendah.

"Pihak Jepang akan melakukan operasi ketika visibility sebesar 3.500 sampai 5.000 meter jarak pandang," ujarnya.

Kondisi kabut asap juga berdampak terhadap kualitas udara dan jarak pandang di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

BNPB melaporkan wilayah Mempawah, Pontianak, Melawi, Sambas, hingga Ketapang mengalami kualitas udara dalam kategori berbahaya, dengan jarak pandang di sejumlah lokasi turun hingga kurang dari satu kilometer.

Baca Juga: Karhutla Bengkayang Capai 1.596 Hektare, Asap Berdampak ke 17 Kecamatan

Hujan Mulai Turun di Sejumlah Wilayah

Di tengah kondisi tersebut, hujan ringan hingga lebat dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

"Kondisi cuaca beberapa hari ini ada beberapa terjadi hujan ringan hingga lebat di sebagian wilayah di Sambas, Sintang, Bengkayang, Kota Singkawang, dan Sekadau," kata Berton. 

Pada Selasa (15/9) petang, Kota Pontianak juga diguyur hujan relatif lebat.

Hujan tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat membantu proses penanganan karhutla, meskipun operasi pemadaman tetap dilakukan oleh satgas gabungan.

BNPB terus mengandalkan kombinasi penanganan darat dan udara untuk mengendalikan titik kebakaran yang masih ditemukan di Kalimantan Barat.*

Editor : Uray Ronald
Sumber : Antara
kebakaran hutan Kalbar luas karhutla Kalbar BNPB Kalbar kabut asap Kalbar karhutla kalbar