PONTIANAK POST - Pemerintah Kota Pontianak memulai rangkaian Kompetisi Inovasi Pontianak (KOPi) 2026 dengan mendorong aparatur sipil negara (ASN) menghasilkan inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
Tahapan awal kompetisi tersebut dimulai melalui Bimbingan Teknis dan Sosialisasi Penyusunan Proposal di Aula Rohana Muthalib, Bapperida Pontianak, Kamis (17/9/2026).
Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah mengatakan inovasi dalam pemerintahan tidak cukup hanya menghasilkan program untuk memenuhi persyaratan kompetisi.
Menurut dia, inovasi harus mampu memperbaiki pelayanan dan membantu menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Bukan sekadar berlomba untuk menjadi juara, tetapi berlomba untuk memberikan manfaat terbaik bagi masyarakat,” tegasnya.
Baca Juga: Sekda Pontianak Minta RT/RW Jadi Sistem Peringatan Dini Persoalan Warga dan Lingkungan
KOPi 2026 Fokus pada Persoalan Nyata Masyarakat
Amirullah mengatakan pemerintah daerah saat ini dituntut bekerja lebih cepat, efektif, efisien, dan adaptif terhadap persoalan masyarakat.
Karena itu, inovasi tidak harus selalu berupa program besar atau membutuhkan anggaran tinggi.
“Inovasi bisa dimulai dari bagaimana kita menemukan cara yang lebih baik dalam menyelesaikan persoalan masyarakat maupun meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan,” katanya.
Pendekatan tersebut membuat penyusunan proposal KOPi 2026 tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan administrasi.
Peserta diharapkan mampu menunjukkan gagasan yang berangkat dari kebutuhan dan persoalan nyata di masyarakat.
Pengalaman Inovasi Sebelumnya Jadi Gambaran Dampak
Pemerintah Kota Pontianak memiliki sejumlah pengalaman inovasi yang menunjukkan bagaimana gagasan di lingkungan pemerintahan dapat dikembangkan untuk memperbaiki pelayanan dan kapasitas aparatur.
Salah satunya Klinik Inovasi Tematik Bersama (KITE BISE) yang digagas Bappeda Kota Pontianak sejak 2022. Inovasi tersebut menjadi juara keempat Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Kota Pontianak 2023.
Berdasarkan laporan kinerja Bappeda Kota Pontianak, KITE BISE turut mendorong peningkatan jumlah inovasi di lingkungan Pemkot Pontianak dari 165 inovasi pada 2022 menjadi 200 inovasi pada 2023.
Program tersebut juga disebut memberikan dampak positif berupa peningkatan dan pengembangan kapasitas berinovasi kepada lebih dari 150 ASN di Kota Pontianak.
Contoh lainnya adalah PIONIRS dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Pontianak. Sistem pelayanan online tersebut memungkinkan masyarakat mengajukan permohonan pelayanan kapan saja dan dari mana saja.
Baca Juga: Sekda Pontianak Tegaskan ASN Bukan Raja Kantoran, Harus Punya Mental Melayani
Menurut keterangan resmi Pemkot Pontianak, sistem antrean online PIONIRS yang awalnya melayani 10 jenis permohonan kemudian berkembang menjadi 22 jenis pelayanan.
Inovasi tersebut juga disebut berdampak positif terhadap pelayanan masyarakat, termasuk ketika pandemi Covid-19 pada 2020.
Pengalaman tersebut menjadi konteks bahwa keberhasilan inovasi pemerintah tidak hanya dapat dilihat dari penghargaan dalam kompetisi, tetapi juga dari keberlanjutan dan manfaat yang dihasilkan.
Inovasi Diharapkan Tidak Berhenti Setelah Kompetisi
KOPi 2026 juga mengalami perubahan dalam pengelolaannya. Jika sebelumnya berada di Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Pontianak, tahun ini pelaksanaannya berada di Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kota Pontianak.
Amirullah menilai perubahan tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem inovasi daerah.
Ia berharap inovasi yang lahir melalui KOPi tidak berhenti setelah kompetisi dan pemberian penghargaan selesai.
“Jangan sampai setelah kompetisi selesai, inovasinya kemudian berhenti,” katanya.
Menurut Amirullah, inovasi yang baik harus dapat terus dikembangkan dan, jika memungkinkan, direplikasi oleh perangkat daerah atau wilayah lainnya.
Dengan begitu, gagasan yang muncul dari kompetisi dapat memiliki peluang untuk memberikan manfaat lebih luas bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga: Sekda Pontianak Tekankan ASN Pahami Tupoksi dan Indikator Kinerja untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
ASN Diminta Tidak Sekadar Mengejar Persyaratan
Untuk sementara, KOPi 2026 dikhususkan bagi ASN di Kota Pontianak. Amirullah meminta peserta memanfaatkan Bimtek dan Sosialisasi untuk memperdalam pemahaman, berdiskusi, serta menggali pengetahuan dari para narasumber.
Ia berharap proposal yang dihasilkan tidak hanya baik secara administratif, tetapi juga memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Saya berharap lahir proposal-proposal inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan dampak nyata bagi Kota Pontianak,” ujarnya.
Amirullah juga mengajak seluruh perangkat daerah menjadikan KOPi 2026 sebagai momentum untuk menunjukkan kemampuan pemerintah daerah dalam belajar, beradaptasi, dan memperbaiki pelayanan.
“Semoga melalui KOPi Tahun 2026 kita semakin banyak menemukan inovasi unggulan yang membawa perubahan nyata bagi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.*
Editor : Uray Ronald
Sumber : Pemkot Pontianak