PONTIANAK POST - Kementerian Perhubungan menjajaki penggunaan pesawat C909 buatan Commercial Aircraft Corporation of China (COMAC) untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, terutama Kalimantan. Rencana itu masih memerlukan persiapan logistik dan izin terbang sehingga waktu pengerahannya belum dapat dipastikan.
“Kami menjajaki agar C909 dari COMAC dapat membantu memadamkan kebakaran hutan yang sedang dialami di beberapa wilayah di Indonesia saat ini,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F Laisa di Beijing, Selasa (22/9). Pembicaraan dengan pihak COMAC sebelumnya berlangsung di Shanghai.
Menurut Lukman, COMAC berencana menggunakan teknologi penyemprotan yang lebih presisi ke titik api dengan bahan yang disebut ramah lingkungan. Biaya operasi tersebut akan ditanggung perusahaan melalui program tanggung jawab sosialnya. Rincian kemampuan pesawat dan lokasi penugasannya belum diumumkan.
C909 selama ini dikenal sebagai pesawat penumpang regional berkapasitas 78–97 kursi. Karena itu, rencana penggunaannya untuk pemadaman masih bergantung pada kesiapan peralatan dan izin operasional.
Kemenhub mencatat delapan negara telah membantu penanganan karhutla dengan total 41 pesawat. Sementara itu, pemerintah menempatkan 53 pesawat di enam provinsi prioritas: 34 untuk pengeboman air dan 19 untuk patroli serta operasi modifikasi cuaca. Kedua angka tersebut memiliki cakupan berbeda dan tidak dapat dijumlahkan begitu saja.
Di Kalimantan Barat, Jepang telah mengirim tiga helikopter CH-47 Chinook bersama sekitar 180 personel. Armada tersebut memperkuat operasi udara, terutama ketika kebakaran di wilayah selatan Kalbar masih memerlukan penanganan. Data Sistem Pemantauan Karhutla Kementerian Kehutanan mencatat luas kebakaran di Indonesia mencapai 202.004,30 hektare sepanjang Januari–Juli 2026. (ant/ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro