PONTIANAK POST - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat memprakirakan adanya potensi jeda hujan pada 2 hingga 9 Oktober 2026 di wilayah Kalimantan Barat. Namun, secara umum, curah hujan di Kalimantan Barat kembali akan meningkat pada pertengahan Oktober. Potensi curah hujan semakin banyak terjadi di November dan Desember.
Septikasari, Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas 1 Supadio mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kemudahan kebakaran hutan dan lahan beberapa hari ke depan. Terutama Pada 2 hingga 7 Oktober 2026. "Karena sebagian wilayah Kalbar masuk dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar," ujarnya Rabu (30/9).
Sementara itu, pola angin saat ini mengindikasikan potensi banyak hujan di Kalbar pada hari ini, Kamis (1/10). "Berdasarkan prakiraan angin di lapisan 3000 feet, esok hari (hari ini, red) secara umum di wilayah Kalbar angin bertiup dari arah Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 15 knot," jelasnya.
Baca Juga: Hujan Petir Berpotensi Guyur Pontianak, BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi
Septikasari juga mengingatkan bahwa hujan yang terjadi dapat disertai kilat, petir dan angin kencang berdurasi singkat. "Waspadai potensi hujan yang terjadi dapat disertai kilat, petir ataupun angin kencang berdurasi singkat. Terutama pada siang, sore, hingga malam hari," ucapnya.
Meski curah hujan meningkat beberapa hari terakhir, BMKG Kalbar tetap mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap kualitas udara yang tidak sehat akibat asap. Berdasarkan ikhtisar beberapa unsur cuaca yang diamati pada 9 lokasi di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tanggal 29 September 2026 Pukul 07.00 WIB sampai dengan 30 September 2026 Pukul 07.00 WIB, masih terdapat jarak pandang ekstrem. Jarak pandang kurang dari 1 km berada di Ketapang.
BMKG Kalbar juga mencatat, tidak terdapat suhu udara ekstrem. Suhu udara maksimum tertinggi yaitu 35.1°C terjadi di Kubu Raya. Suhu udara rata-rata berkisar 27.6°C hingga 29.5°C. Sementara suhu udara minimum terendah adalah 22.5°C di Sintang.
Terjadi hujan di beberapa titik pengamatan. Curah hujan tertinggi terjadi di Kota Singkawang yaitu 15.9 mm/hari. Kriteria hari tanpa hujan termasuk kategori sangat pendek (15 hari). Tidak terdapat kejadian angin kencang ekstrem. Kecepatan angin tertinggi yaitu 19 knot di Kota Singkawang. (mrd)
Editor : Miftahul Khair