PONTIANAK POST – Belum genap sebulan Idham Zuhri bin Mohamed Yunus menginjakkan kaki di Kota Pontianak. Namun, kota di tepian Sungai Kapuas itu rupanya tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat Konsul Malaysia yang baru tersebut merasa nyaman.
Tiba di Pontianak pada 18 September lalu, Idham justru merasakan suasana yang begitu dekat dengan tempat asalnya. Bahasa yang mudah dipahami, budaya yang tidak terasa asing, hingga makanan yang bisa dinikmati tanpa banyak pertimbangan membuatnya cepat beradaptasi.
“It feels like home. Rasa seperti di rumah sendiri juga,” kata Idham saat berbincang mengenai kesan pertamanya tinggal di Kota Pontianak, Rabu (7/10).
Baca Juga: Makin Gampang ke Malaysia! Trayek Bus Baru Putussibau-Kuching Resmi Dibuka, Segini Tarifnya
Bagi diplomat Malaysia itu, kedekatan Pontianak dengan Malaysia bukan hanya soal jarak geografis. Dalam keseharian, ia merasakan tidak banyak sekat yang membuat dirinya sebagai warga Malaysia harus beradaptasi dengan lingkungan baru. “Saya bisa ke mana-mana, saya bisa makan di mana-mana. Tidak ada, no awkward places,” ujarnya.
Begitu pula ketika berkomunikasi dengan masyarakat. Perbedaan bahasa yang biasanya menjadi tantangan ketika bertugas di luar negeri, tidak dirasakannya di Pontianak. Ia bisa berbincang dengan masyarakat lokal, dan masing-masing tetap dapat memahami percakapan. “Saya boleh bincang dengan orang lokal, dan masing-masing memahami. Jadi, tidak seperti kalau kita di negara barat, lain kan budayanya,” tuturnya.
Kesan tersebut tentu berbeda dengan pengalaman Idham ketika menjalankan tugas diplomatik di belahan dunia lain. Sebelum ditugaskan ke Pontianak, ia menghabiskan sekitar tiga setengah tahun sebagai Charge de Affairs/Kuasa Usaha Sementara, Kedutaan besar Malaysia di Buenos Aires, Argentina.
Pengalaman tinggal di Argentina rupanya meninggalkan kesan tersendiri bagi Idham. Ia bahkan sempat merasa sedih ketika mengetahui Lionel Messi telah memainkan pertandingan terakhirnya bersama tim nasional Argentina.
Baca Juga: Kemenkum Kalbar Blusukan ke Posyandu Lansia, Beri Penyuluhan Hukum Gratis Bagi Warga Pontianak
“Semua tentu tahu Argentina, dan Lionel Messi. Dia (Messi) telah memainkan game terakhirnya bersama timnas Argentina. Tiga tahun setengah tinggal di sana, saya merasa sedih juga lah,” katanya sambil tertawa.
Penggalan cerita tersebut memperlihatkan bagaimana pengalaman bertugas di luar negeri tidak hanya meninggalkan catatan diplomatik, tetapi juga kedekatan emosional dengan tempat yang pernah ditinggali. Meski demikian, Idham menyebut pengalaman selama bertugas di Argentina sebagai pengalaman yang sangat baik.
Kini, suasana yang berbeda kembali ia temukan di Pontianak. Jika Argentina memberinya pengalaman mengenai kehidupan di negara yang secara budaya, dan geografis jauh dari Malaysia, Pontianak justru menghadirkan rasa kedekatan. “Jadi, it feels like home,” kembali ditegaskannya.
Baca Juga: Konsulat Malaysia Promosikan Visit Malaysia 2026 di CFD Pontianak dengan Teh Tarik Gratis
Seperti diketahui, Idham Zuhri bin Mohamed Yunus resmi menjadi bagian dari perjalanan panjang Konsulat Malaysia di Pontianak. Berdasarkan catatan Konsulat Malaysia di Pontianak, ia merupakan konsul ke-13 yang bertugas di kota ini sejak konsul pertama ditempatkan pada 1982.
Sebelum datang ke Pontianak, Idham juga pernah bertugas di Kedutaan Besar Malaysia di Bangladesh pada periode 2016 hingga 2019. Pengalaman tersebut menambah panjang perjalanan diplomatiknya sebelum dipercaya menjalankan tugas sebagai Konsul Malaysia di Pontianak.
Idham menggantikan Konsul Malaysia sebelumnya, Azizul Zekri, yang bertugas sekitar lima tahun di Pontianak, sejak 2021 hingga 2026. Kini, memasuki masa awal tugasnya, Idham masih dalam tahap mengenal lebih jauh Pontianak, dan Kalimantan Barat (Kalbar). Namun, kesan pertamanya sudah cukup kuat.
Alih-alih merasa sebagai orang baru yang harus beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda, ia justru menemukan banyak hal yang membuat Pontianak terasa dekat. Bahasa yang sama-sama dipahami, budaya yang tidak terlalu berbeda, serta kemudahan berinteraksi dengan masyarakat menjadi pengalaman awal yang membuat tugas barunya di Pontianak terasa lebih ringan.
Bagi Idham, kedekatan itu menjadi modal awal yang baik untuk menjalankan tugas diplomatiknya di Kalimantan. Pontianak, kota yang baru ditempatinya kurang dari sebulan, perlahan bukan lagi sekadar tempat penugasan. Ada rasa seperti kembali berada di rumah sendiri. (bar)
Editor : Hanif