PONTIANAK - Smansa Mania (julukan suporter SMA Negeri 1 Pontianak) sukses mengguncang GOR Perbasi Pontianak dengan chan-chant serta atribut yang mereka tampilkan di hari pertama ajang Honda DBL West Kalimantan Series 2019, Senin (4/11). Ratusan suporter yang identik dengan kaos bewarna biru tersebut terjun langsung ke stadion guna memberi semangat rekan-rekan mereka yang bertanding.
Koordinator supporter SMA Negeri 1 Pontianak, Muhammad Irfan mengatakan suporter yang datang sudah semangat dan kompak. Dia mengatakan sengaja membuat opening dengan meriah dan elegan agar menjadi nilai lebih tersendiri dibanding sekolah yang lain.
Dia menuturkan berbagai perangkat yang diturunkan meliputi koreografi tiga dimensi, bendera, koreo tangan, alat musik, maskot gajah yang menjadi simbol khas SMA Negeri 1 Pontianak. Serta tentunya semangat kawan-kawan dalam mendukung selama bertanding.
"Untuk maskot sendiri kali ini kita adakan lagi setelah sebelumnya sempat vakum karena kekurangan dana. Dan tahun ini sengaja kita adakan lagi, dan kita siap buat yang lebih meriah dibanding tahun sebelumnya," katanya.
Kedepan dia mengatakan sudah mempersiapkan gebrakan-gebrakan lain untuk menggoncang GOR Perbasi dan membuat yang lebih meriah lagi dibanding kali ini. Terutama untuk mengompakkan saat menyanyikan chant, koreo tangan, dan pengibaran bendera.
"Tentunya untuk membuat yang lebih wow lagi dari hari ini. Dan kita ingin tampil beda dengan suporter lainnya," tuturnya.
Dia pun mengungkapkan ambisinya demi menjaga gelar suporter terbaik untuk ke sembilan kalinya berturut-turut di ajang honda DBL ini tetap berada di dekapan Smansa Mania. Dia juga mengaku masih menyimpan berbagai rencana dan atribut yang akan dikeluarkan nanti di malam-malam spesial, terutama saat berjumpa tim yang dianggap mereka sebagai rival berat dalam memperebutkan posisi sebagai suporter terbaik.
"Mungkin saat ini pendukung dari sekolah lain sedang mempersiapkan hal baru juga. Maka dari itu, malam ini sengaja tak kita tampilkan semuanya dan akan kita tampilkan nanti saat bertemu rival kami," pungkasnya. (sig)
Editor : Ari Aprianz