Ketua panitia Liban, Akbar mengatakan Liban seri ke-4 tahun ini sebenarnya dilaksanakan di tahun 2017. Namun baru bisa dilaksanakan pada tahun 2019 ini karena di tahun 2017 dan 2018 kompetisi basket begitu padat, dimana dalam sebulan bisa dua kali kompetisi.
"Karena kompetisi basket saat ini tidak hanya diselenggarakan oleh klub, akan tetapi juga oleh sekolah-sekolah yang ada di Kota Pontianak. Alhamdulillah kita bisa selenggarakan di akhir tahun ini dengan di dukung oleh vendor utama yaitu Good Day dan dari Perbasi Kalbar," ungkapnya.
Akbar mengungkapkan sebenarnya ingin jumlah peserta yang lebih banyak, namun perihal waktu dan jadwal dari Perbasi yang sudah ditetapkan, maka hanya 12 tim putra dan 6 tim putri yang bertanding.
Di Liban tahun ini, Akbar mengatakan menggunakan konsep seperti Liban seri-1 yang mana menggunakan konsep road show ke sekolah-sekolah. Ia melanjutkan, jika kali ini juga didukung oleh Dance Competition.
"Jadi saat ini kita bertanding di SMA negeri 7 Pontianak, nantinya di tanggal 19 kita akan berpindah di SMA negeri 2 Pontianak, dan yang terakhir di babak semifinal dan final akan dilaksanakan di GOR Perbasi Pontianak," ucapnya.
Ia mengungkapkan jika euforia basket di Kota Pontianak semakin besar setiap tahunnya, "Yang mana jika dulu paradigma nya yang menang itu-itu aja, namun sekarang sudah banyak pemenang lainnya. Peta kekuatan basket juga semakin merata,terutama di sekolah negeri. Tidak hanya sekolah swasta namun SMA negeri juga bisa menang," ungkapnya.
Sementara itu perwakilan Good Day, Edward menurutnya pertandingan basket di Kota Pontianak sangat menarik, hal inilah terbentuknya ide untuk membuat kompetisi basket yang lebih sportif lagi.
"Saya harap kompetisi ini dapat di manfaatkan dengan sebaik mungkin untuk bermain dengan sportif dan kompetitif,"tutupnya. (var) Editor : Ari Aprianz