PONTIANAK POST - Menjelang bulan Ramadan, banyak orang mulai menyiapkan berbagai bahan makanan agar lebih praktis saat sahur dan berbuka.
Namun, tantangannya adalah bagaimana menyimpan persediaan ini supaya tetap segar dan tidak cepat basi.
Salah penyimpanan bisa membuatnya rusak sebelum sempat dimasak, yang tentu akan merugikan.
Apalagi saat puasa, waktu untuk berbelanja bisa terbatas, sehingga stok yang ada harus dimanfaatkan dengan baik.
Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara menyimpan makanan dengan benar agar tetap awet dan kualitasnya terjaga.
Berikut ini beberapa tips yang bisa diterapkan dilansir dari Nakita.grid.id.
- Simpan Sesuai Jenis Makanan
Setiap bahan makanan punya cara penyimpanan yang berbeda.
Misalnya, sayuran sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup di dalam kulkas dengan tingkat kelembaban yang sesuai.
Sementara itu, daging dan ikan perlu dibungkus rapat sebelum dimasukkan ke dalam freezer agar tidak terkontaminasi bau dari bahan lain.
Untuk makanan kering seperti bumbu dan tepung, sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan tertutup rapat supaya tidak lembap dan berjamur.
- Gunakan Wadah Kedap Udara
Penyimpanan dengan wadah kedap udara bisa memperpanjang daya tahan makanan, terutama untuk bahan yang mudah layu atau cepat basi.
Sayuran hijau seperti bayam dan kangkung bisa disimpan dalam wadah plastik dengan sedikit alas tisu untuk menyerap kelembaban berlebih.
Sementara itu, bahan olahan seperti sosis dan nugget sebaiknya dipindahkan ke wadah tertutup agar tidak terpapar udara bebas yang bisa mempercepat pembusukan.
- Atur Suhu Kulkas dengan Benar
Menurut Nakita.grid.id, penyimpanan di dalam kulkas perlu memperhatikan suhu yang sesuai.
Makanan segar seperti daging dan ikan sebaiknya disimpan di suhu -18°C di freezer, sementara bahan makanan siap saji bisa ditempatkan di rak tengah dengan suhu sekitar 0–4°C.
Pastikan juga kulkas tidak terlalu penuh agar sirkulasi udara tetap baik, sehingga semua bahan makanan bisa terjaga kesegarannya lebih lama.
- Gunakan Sistem First In, First Out (FIFO)
Supaya stok tidak terbuang sia-sia, gunakan sistem First In, First Out (FIFO), yaitu mengonsumsi bahan makanan yang lebih lama disimpan terlebih dahulu.
Caranya bisa dengan memberi label tanggal penyimpanan pada kemasan atau menyusun bahan makanan sesuai urutan masuknya.
Dengan cara ini, tidak ada bahan yang terlupakan dan akhirnya kedaluwarsa sebelum sempat digunakan.
- Jangan Cuci Sayur dan Buah Sebelum Disimpan
Meskipun mencuci buah dan sayur sebelum disimpan terdengar lebih praktis, sebenarnya hal ini justru bisa mempercepat pembusukan.
Kandungan air yang tersisa di permukaan bisa membuat bahan makanan menjadi lembap dan lebih cepat rusak.
Sebaiknya, simpan dalam kondisi kering, lalu cuci hanya saat akan digunakan.
Dengan menerapkan tips di atas, persediaan makanan bisa lebih awet dan tetap segar sepanjang bulan Ramadan.
Tidak hanya menghemat waktu dan tenaga, tetapi juga membantu mengurangi pemborosan akibat bahan makanan yang terbuang. Selamat mencoba! (mif)
Editor : Miftahul Khair