Oleh: Mustafa
Sebuah lagu berjudul "Jagalah Hati" yang ditulis oleh Abdullah Gymnastiar atau akrab disapa AA Gym. Lirik lagu tersebut sebagai berikut: "Jagalah hati jangan kau kotori. Jagalah hati lentera hidup ini. Jagalah hati jangan kau nodai. Jagalah hati cahaya ilahi." Dari lirik lagu tersebut ada menyebutkan salah satu komponen penting dalam diri manusia, yakni hati. Komponen ini akan baik jika dijaga dengan baik. Sebaliknya, kalau tidak dirawat, tentu akan menimbulkan malapetaka dan bencana bagi diri maupun orang lain. Karena itu, penting setiap manusia untuk menjaga hati dari penyakit berbahaya. Adapun penyakit hati adalah menganggap rendah orang lain (takabbur), merasa dirinya adalah yang terbaik ('ujub), riya, pelit (bakhil) hasud, dan lain sebagainya.
Puasa di bulan Ramadhan tidak hanya sekedar menahan diri untuk tidak makan dan tidak minum pada siang hari. Tapi sesungguhnya lebih kepada bagaimana ibadah puasa itu bisa menjaga kesucian atau mencerahkan hati. Dengan demikian taqwa sebagai tujuan puasa tidak mungkin terwujud, kalau hati ini masih kabur dan kotor, masih ada dendam, iri hati, buruk sangka, banyak debu dan berkarat. Dalam bulan Ramadhan inilah kita diwajibkan untuk berpuasa. Karena dengan berpuasa selain dapat menjaga hati juga bisa mengobati dan menjadi terapi kesehatan. Sebab di bulan Ramadhan merupakan bulan pendidikan rohani untuk melatih keuletan, kejujuran, kesabaran serta menahan gejolak nafsu akibat hati tidak suci dan bersih yang bisa mendorong manusia melakukan dosa dan kesalahan.
Al-Ghazali mengatakan: "Hati diibaratkan dengan kaca atau cermin. Apabila banyak debu atau kotoran yang menempel padanya, maka cermin itu menjadi buram sehingga tidak terlihat wajah/jasmani orang yang bercermin.” Hati buram dan kotor akibat dosa, maka kebenaran sulit diterima hati, yang terjadi justru pembenaran terhadap diri sendiri, yang salah dianggap benar, dan yang benar dianggap salah. Dalam hadist, Rasulullah SAW. bersabda: “Apabila seorang hamba melakukan dosa, maka titik noda akan menempel di hatinya. Semakin banyak dosa, semakin banyak pula titik yang menempel dan menutupi hati." (HR. Tirmidzi).
Mengapa hati perlu dijaga dari kesucian dan kebersihan? Karena hati yang “berkarat dan buram” terutama sekarang ini kebanyakan sibuk dengan urusan-urusan dunia dan segala macam pernak perniknya yang justru berakibat hati "berkarat dan buram". Sebab hati inilah yang sesungguhnya banyak berkomunikasi dan berkontemplasi dengan Allah. Bagaimana mungkin bisa menghadap Allah SWT yang Mahasuci, sementara hati tidak suci dan bersih atau masih kotor. Hal ini ditegaskan dalam al-Qur’an, “…kecuali orang-orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang bersih,” (QS. Asy-Syu’ara/26: 89).
Hati suci dan bersih inilah yang kemudian menyebabkan hidup menjadi semakin tenang dan damai. Kerena kejernihan hati dari ridha-Nya inilah yang akan di masukan ke dalam surga-Nya Allah SWT. "Kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai. Lalu masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam surga-Ku. (QS. Al-Fajr/89: 28-30).
Banyak orang berprestasi dan karirnya bagus, tapi karena menuruti hati kotornya, maka ia jatuh ke tempat yang rendah dan hina, seperti; melakukan korupsi, mengoplos bahan bakar minyak, mengoplos beras, minum-minuman keras, begal dan pengedaran narkoba dan lain sebagainya. Sebaliknya, apabila mau menapaki dan berada pada posisi yang tinggi dan mulia, maka harus lebih banyak dan dominan pada pemenuhan kebutuhan rohani dengan cara berpuasa maka hati menjadi suci dan bersih. Kalau hati suci dan bersih maka jiwa pun menjadi tenang dan damai, sebagaimana firman Allah SWT, “Wahai jiwa yang tenang” (Al-Fajr/89: 27).
Baca Juga: Bantuan Bagi Fardhu Kifayah dan Guru Madrasah Upaya Ringankan Beban Warga di Momen Ramadan
Dalam bulan Ramadhan inilah hati perlu dijaga, disucikan, dan dicerahkan dengan ibadah puasa. Ibadah puasa di bulan Ramadhan menjadi sarana penjaga hati agar suci dan bersih belumlah cukup. Maka selain berpuasa di bulan Ramadhan perlu juga mengerjakan amal ibadah lain seperti: qiyam al-lail (sholat tarawih) dan sholat sunah lainnya, membaca al-Qur'an, i'tikaf di masjid, sadaqah. berdoa, bershalawat, menyantuni anak yatim dan dhuafa.
Dengan berpuasa dan mengerjakan amalan-amalan yang dianjurkan di bulan Ramadhan inilah menjadi sarana penunjang penjaga hati, apabila hati suci dan bersih maka jiwa pun akan menjadi tenang dan damai. Wallahu a'lam bish-shawab. (*)
Penulis Sekretaris DPD Forum Komunikasi Orang Bugis Kota Pontianak dan Pengurus ICMI Kota Pontianak
Editor : A'an